Tragedi di Jembatan Bangkung

KASUS Ulah Pati Jembatan Bangkung, Kakak Korban Disebut Akan Diadopsi Anak Kandung Giri Prasta

Sutama memutuskan nekat akhiri hidup, dengan mengajak adik bungsunya Putu Yasa Sari Dana (5), di Jembatan Bangkung, Desa Pelaga.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Ratu Ayu Astri Desiani/ Tribun Bali
Suasana Rumah Duka 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Anak kandung Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, disebut-sebut akan mengadopsi Luh Somotini, kakak pertama dari dua korban ulah pati di Jembatan Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung.

Perbekel Desa Bontihing, I Gede Pawata ditemui Senin (27/5/2024) mengatakan, kabar rencana anak Giri Prasta untuk mengadopsi Luh Somotini ini diterima oleh Kelian Banjar Dinas Rendetin, I Made Artana.

Adopsi ini dilakukan sebagai rasa empati, mengingat Luh Somotini mengalami disabilitas fisik dan mental. Sementara kedua orangtuanya telah lama meninggal dunia.

Kemudian saudara lainnya memilih jalan ulah pati di Jembatan Bangkung, otomatis Luh Somotini kini sendirian. 

Baca juga: PASCA Marak Aksi Ulah Pati, BPBD Badung Rancang Antisipasi, Akan Pasang Jaring di Jembatan Bangkung

Baca juga: KORBAN Ulah Pati Jembatan Bangkung Kurang Mampu, PJ Gubernur Bali Beri Bantuan, Ini Cara Donasi!

Baca juga: TRAGEDI Ulah Pati Jembatan Bangkung, Keluarga Duga Sutama Nekat Akhiri Hidup karena Masalah Ekonomi!

Foto semasa hidup Ketut Sutama (23) dan Putu Yasa Sari Dana (5).
Foto semasa hidup Ketut Sutama (23) dan Putu Yasa Sari Dana (5). ( Ratu Ayu Astri Desiani/Tribun Bali)

Selama ini, kebutuhan sehari-hari Luh Somotini dipenuhi oleh adik ketiganya, Ketut Sutama (23).

Sementara adik keduanya, telah menikah. Namun sayang, Sutama yang semula menjadi tulang punggung keluarga kini telah tiada.

Sutama memutuskan nekat akhiri hidup, dengan mengajak adik bungsunya Putu Yasa Sari Dana (5), di Jembatan Bangkung, Desa Pelaga.

Namun Pawata mengaku, belum mengetahui secara pasti siapa yang mengadopsi Luh Somotini, mengingat Giri Prasta dikaruniai tiga orang anak, masing-masing bernama Diana Prasta, Bima Nata, dan Sundari Dewi.

Pawata menyebut, saat ini dirinya akan berdiskusi terlebih dahulu dengan keluarga besar almarhum, apakah mengizinkan Luh Somotini untuk diadopsi oleh anak Giri Prasta atau tidak.

"Kami komunikasikan dulu dengan keluarga almarhum. Jika sudah ada kesepakatan, akan kami sampaikan ke anaknya Giri Prasta.

Belum tau juga anaknya yang mana yang akan mengadopsi Luh Somotini. Adopsi dalam artian akan dipenuhi kebutuhan sehari-harinya atau seperti apa, ini akan kami pertanyakan lagi," terangnya. (rtu)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved