Tragedi di Jembatan Bangkung

KAKAK Sutama, Korban Ulah Pati di Jembatan Bangkung Akan Dibantu Dinsos Buleleng, Simak Beritanya!

Asesmen dilakukan untuk menentukan, bantuan apa sekiranya yang tepat diberikan kepada wanita bernama Luh Somotini tersebut.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Ratu Ayu Astri Desiani/ Tribun Bali
RUMAH DUKA - Suasana rumah duka di Banjar Dinas Rendetin, Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Senin (27/5). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Sosial Buleleng akan melakukan asesmen, terhadap kakak sulung korban ulah pati di Jembatan Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali.

Asesmen dilakukan untuk menentukan, bantuan apa sekiranya yang tepat diberikan kepada wanita bernama Luh Somotini tersebut.

Kepala Dinas Sosial Buleleng, Putu Kariaman, dikonfirmasi Selasa (28/5/2024) mengatakan, saat berkunjung ke rumah duka pada Senin (27/5/2024) kemarin, pihaknya tidak dapat bertemu dengan Luh Somotini.

Lantaran diajak oleh keluarganya ke Denpasar. Padahal saat itu, pihaknya ingin melihat secara langsung keadaan wanita yang mengalami disabilitas fisik dan mental tersebut.

Kariaman menyebut, pihaknya ingin memberikan bantuan sosial kepada Luh Somotini.

Namun bantuan sosial yang diberikan harus tepat sasaran, mengikuti kemampuan yang dimiliki oleh Luh Somitini.

Baca juga: SEDIH, Sebelum Ulah Pati di Jembatan Bangkung, Sutama Sempat Ngutang Bensin di Warung

Baca juga: BEBAN Sutama Hingga Nekat Ulah Pati di Jembatan Bangkung, Jadi Tulang Punggung & Kesulitan Ekonomi

Foto semasa hidup Ketut Sutama (23) dan Putu Yasa Sari Dana (5).
Foto semasa hidup Ketut Sutama (23) dan Putu Yasa Sari Dana (5). (Ratu Ayu Astri Desiani/Tribun Bali)

 

"Kami harus asesmen dulu dia bisanya apa, kalau misalnya berwirausaha, nanti kami bantu. Atau mungkin diputuskan untuk dibawa ke panti asuhan.

Kami harus bertemu juga dengan keluarganya, jadi harus ada asesmen lebih mendalam. Kemungkinan Senin depan kami bertemu langsung dengan yang bersangkutan," terangnya.

Seperti diketahui, kebutuhan sehari-hari Luh Somotini sejatinya dipenuhi oleh adik ketiganya, Ketut Sutama (23).

Sementara adik keduanya, telah menikah. Namun sayang, Sutama yang semula menjadi tulang punggung keluarga kini telah tiada.

Sutama memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan mengajak adik bungsunya Putu Yasa Sari Dana (5), di Jembatan Bangkung, Desa Pelaga.

Pihak keluarga menduga, Putu Yasa nekat mengakhiri hidupnya karena permasalahan ekonomi

Komunitas 10 Ribu Mimpi Kumpulkan Donasi

Tewasnya kakak beradik asal Banjar Dinas Rendetin, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng mengetuk hati sejumlah pihak. Selain karena tewas akibat ulah pati, kedua korban rupanya merupakan warga kurang mampu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved