Tragedi di Jembatan Bangkung

BEBAN Sutama Hingga Nekat Ulah Pati di Jembatan Bangkung, Jadi Tulang Punggung & Kesulitan Ekonomi

Ia mengaku bingung dan capek. Resmini pun mengaku tidak menyangka jika akhirnya Keut S nekat mengajak adik bungsunya mengakhiri hidup.

ISTIMEWA
Korban - Mirisnya, 2 pemuda itu adalah kakak beradik, di mana sang kakak diduga nekat akhiri hidup dan mengajak adiknya melompat di Jembatan Bangkung.  

Ia mengaku bingung dan capek. Resmini pun mengaku tidak menyangka jika akhirnya Keut S nekat mengajak adik bungsunya mengakhiri hidup.

"Mungkin dia merasa putus asa sejak orangtuanya meninggal. Harus jadi tulang punggung untuk kakak dan adiknya. Tapi setahu kami, Sutama ini tidak pernah punya utang. Tidak mau meminjam uang sama keluarganya juga. Dia ingin mandiri," ungkap Resmini.

Ditambahkan Resmini, seluruh keluarga tidak tau saat Sutama pergi bersama adik bungsunya ke Desa Pelaga.

Namun berdasarkan penelusuran keluarga, sebelum berangkat ke Desa Pelaga tepatnya pada Minggu (26/5) sekitar pukul 15.00 Wita, Sutama rupanya sempat berutang bensin di salah satu warung Banjar Dinas Rendetin.

Jenazah kakak dan adik telah dimakamkan di Setra Desa Adat Rendetin Bontihing, Senin (27/5) pukul 03.00 Wita.

Perbekel Desa Bontihing I Gede Pawata mengatakan, jenazah kakak beradik itu tidak sempat dibawa ke rumah duka.

Jenazahnya langsung dibawa ke setra untuk dimandikan dan dimakamkan, mengingat meninggal dunia akibat ulah pati.

Aparat Polsek Petang belum mengetahui pasti penyebab pasti pemuda asal Singaraja bunuh diri bersama adiknya.

Kasi Humas Polres Badung Ipda Putu Sukarma mengatakan kejadian bunuh diri itu terjadi sekitar pukul pukul 16.45 Wita.

Pihaknya mengaku ada dua korban yakni Ketut S (23) asal Banjar Dinas Rendetin, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan. Dia bunuh diri bersama adik kandungnya Putu YSD (5).

“Sebelum kejadian ada saksi mata yang melihat pemuda itu bersama adiknya di Jembatan Tukad Bangkung,” ucapnya, Senin.

Menurut saksi I Made Wirawan (29) Ketut Sutama bersama adiknya sempat diam di sampingnya. Namun selang beberapa menit setelah melihat kembali sudah tidak ada lagi di samping.

“Jadi saat saksi ini melihat kembali dua pemuda itu, sudah hilang, dan diduga melakukan bunuh diri dengan cara melompat ke Sungai Ayung/Tukad Bangkung,” bebernya. (sar/rtu/gus)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved