Berita Bali
Ini Tanggapan Unud Bali Tentang Surat Serikat Pekerja RS Unud yang Meminta Hak Jaspel
Beredar Surat Mengatasnamakan Serikat Pekerja RS Unud Meminta Hak Jaspel 18 Bulan Dibayarkan, Ini Tanggapan Pihak Unud
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Perkenalkan saya adalah salah seorang tenaga Kesehatan di RS Universitas Udayana di Jimbaran Badung, Bali. Rumah sakit ini adalah milik Universitas Udayana, dibawah kementerian Pendidikan kebudayaan. RS Unud saat ini dalam keadaan yang sangat memprihatinkan dan matt surf. Beberapa kondisi yang disimpan rapat oleh manajemen / direksi RS Unud dan pihak Rektorat Unud sebagai pemilik adalah sebagai berikut:
1. Kami selaku pegawai dan tenaga Kesehatan di Rumah sakit Unud seharusnya menerima jasa pelayanan dalam bentuk remunerasi yang seharusnya dibayarkan setiap bulan sebagai HAK kami. Kenyataannya, Remunerasi yang kami terima terakhir dibayarkan untuk pelayanan oktober 2022. artinya sampai bulan mei 2024 ini, SUDAN 18 BULAN PIHAK RUMAH SAKIT UNUD DAN REKTORAT UNUD TIDAK MEMBAYARKAN JASA REMUNERASI KAMI. Sebagai orang bali, semua pegawai masih bersabar dan tidak ada demo, tapi pihak direksi dan rektorat seakan menutup mata dengan alasan tidak ada anggaran, tapi selalu menuntut pegawai bekerja maksimal.
2. Pelayanan di RS Unud bisa dikatakan mati suri. Kenapa? Karena keterbatasan obat dan alat medis habis pakai di Gudang farmasi. Ini tentunya hal yang sangat aneh bagi sebuah RS besar. Bahkan layanan kamar operasi dan ICU sudah tidak berjalan selama lebih dari 4 bulan, Suatu hal yang sangat konyol yang diputuskan oleh direksi RS Unud. Penyebab tidak adanya layanan kamar operasi karena hal sederhana, yaitu kerusakan AC / pendingin ruangan sehingga suhu kamar operasi menjadi panas. Selain itu juga karena keterbatasan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP). Pasien ranap inap pun hanya satu dua pasien, tidak cocok dengan RS tipe B 3. Gedung 1 yang berfungsi sebagai Gedung poliklinik, baru saja selesai dilakukan perbaikan tahun lalu dengan anggaran belasan milyar rupiah. Tapi kondisinya sangat memprihatinkan. Gedung baru perbaikan tapi kebocoran ada dimana mana. Saluran air limbah macet dan meluap ke ruangan pasien, menjadi sumber infeksi. PROYEK INI SEHARUSNYA diperiksa kebenaran pelaksanaannya. sepertinya banyak korupsi yang terjadi di proyek perbaikan ini. Menurut pihak direksi sudah melaporkan ke yang berwenang, tapi tidak ada tindakan apapun juga.
4. Para pegawai yang non dokter, hanya bisa pasrah hidup dengan (Jan, gaji pokok yang pas-pas an. Sementara para dokter, meskipun tidak dibayar di RS Unud, masih bisa hidup karena masih bisa praktek mandiri / swasta. Kasihan para pegawai non dokter.
5. Keuangan RS Unud harus diperiksa. Saat pandemic COVID lalu, tahun 2020-2021, RS Unud memperoleh penghasilan sampai 250 milyar rupiah. Dengan penghasilan sebesar itu, seharusnya RS Unud sudah menjadi RS hebat, kenyataanya sangat berbanding terbalik, RS HANCUR, obat habis, uang habis. Uang 250 Milyar sudah habis dengan sempurna dan resmi menurut versi manajemen / RS Unud. Sayangnya hal tru tidak pernah dilakukan pemeriksaan. Terlampir saya sampaikan laporan keuangan yang 250 milyar tersebut.
6. Fasilitas fisik dalam hal ini Gedung, kamar, kamar mandi dalam kondisi yang memprihatinkan seperti kondisi bangunan pengungsi tidak terawatt. Kami pegawai mau kencing pun susah karena kamar mandi banyak yang rusak, macet, bocor.
7. Instalasi sarana dan prasarana serta Humas perlu dilakukan pemeriksaan keuangan, aliran dana dan penggunaan anggaran patut dipertanyakan.
Besar harapan kami agar RS Unud dapat berfungsi sebagaimana mestinya sebagai RS Pendidikan yang besar dengan memperhatikan fasilitas, sarana prasarana serta kewajiban RS terhadap pegawainya. Mohon bantuan segenap pihak untuk melakukan koreksi.
Atas perhatiannya, kami seluruh pegawai mengucapkan terima kasih. (*)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.