Berita Gianyar
Diduga Berada di Titik Perbatasan, Jembatan Bona Gianyar Jadi Tempat Pembuangan Sampah
Banyak sampah yang dibuang ke sungai maupun tergeletak di bawah pepohonan jembatan penghubung Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Jembatan penghubung Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh dengan Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar, merupakan salah satu jembatan kuno di Kabupaten Gianyar, Bali.
Di bawah jembatan ini, terdapat aliran sungai, dengan pepohonan lebat, yang menjadi salah satu penyumbang oksigen.
Di sepanjang aliran sungai ini, terdapat ekosistem alam yang masih terjaga.
Berbagai satwa liar, dari monyet, burung hingga mamalia lainnya masih terdapat banyak di sini.
Baca juga: DLHK Bali Minta Pemilahan Sampah Lagi Digalakan, Target Sampai Akhir Tahun 2024
Namun sayangnya, areal ini tidak terawat.
Banyak sampah yang dibuang ke sungai maupun tergeletak di bawah pepohonan.
Sampah-sampah ini terbungkus plastik besar, yang menandakan sampah tersebut dibuang secara sengaja oleh orang tak bertanggung jawab.
Selain terlihat kumuh, bau tidak sehat juga sangat kuat ketika berada di kawasan ini.
Sampah-sampah tersebut, mulai dari sampah rumah tangga hingga sampah rumah makan.
Diduga karena berada di titik perbatasan, sehingga tidak ada warga yang menjaganya dari oknum-oknum pencemar lingkungan.
Seorang pengendara, I Made Suriawan mengatakan, pihaknya hampir setiap hari melintasi jalur ini.
Dan, hampir setiap hari ia menemukan ceceran sampah di aspal jembatan, diganti tercecer saat adanya oknum yang membuang sampah ke bawah jembatan.
"Jalanan selalu banyak ceceran sampah. Baunya busuk sekali. Hampir setiap hari ada," ujarnya, Minggu 16 Juni 2024.
Ketika wartawan Tribun Bali berada di lokasi, bau busuk ini sampai membuat mual dan sakit kepala.
Bahkan tidak ada yang kuat berada di sana hanya dalam kurun waktu lima menit.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.