Berita Gianyar

Diduga Berada di Titik Perbatasan, Jembatan Bona Gianyar Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Banyak sampah yang dibuang ke sungai maupun tergeletak di bawah pepohonan jembatan penghubung Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh

tribun bali/i wayan eri gunarta
Suasana jembatan Bona, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Minggu 16 Juni 2024 - Diduga Berada di Titik Perbatasan, Jembatan Bona Gianyar Jadi Tempat Pembuangan Sampah 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Jembatan penghubung Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh dengan Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar, merupakan salah satu jembatan kuno di Kabupaten Gianyar, Bali.

Di bawah jembatan ini, terdapat aliran sungai, dengan pepohonan lebat, yang menjadi salah satu penyumbang oksigen.

Di sepanjang aliran sungai ini, terdapat ekosistem alam yang masih terjaga.

Berbagai satwa liar, dari monyet, burung hingga mamalia lainnya masih terdapat banyak di sini.

Baca juga: DLHK Bali Minta Pemilahan Sampah Lagi Digalakan, Target Sampai Akhir Tahun 2024

Namun sayangnya, areal ini tidak terawat.

Banyak sampah yang dibuang ke sungai maupun tergeletak di bawah pepohonan.

Sampah-sampah ini terbungkus plastik besar, yang menandakan sampah tersebut dibuang secara sengaja oleh orang tak bertanggung jawab.

Selain terlihat kumuh, bau tidak sehat juga sangat kuat ketika berada di kawasan ini.

Sampah-sampah tersebut, mulai dari sampah rumah tangga hingga sampah rumah makan.

Diduga karena berada di titik perbatasan, sehingga tidak ada warga yang menjaganya dari oknum-oknum pencemar lingkungan.

Seorang pengendara, I Made Suriawan mengatakan, pihaknya hampir setiap hari melintasi jalur ini.

Dan, hampir setiap hari ia menemukan ceceran sampah di aspal jembatan, diganti tercecer saat adanya oknum yang membuang sampah ke bawah jembatan.

"Jalanan selalu banyak ceceran sampah. Baunya busuk sekali. Hampir setiap hari ada," ujarnya, Minggu 16 Juni 2024.

Ketika wartawan Tribun Bali berada di lokasi, bau busuk ini sampai membuat mual dan sakit kepala.

Bahkan tidak ada yang kuat berada di sana hanya dalam kurun waktu lima menit.

"Maaf ya, saya tidak bisa lama, baunya bikin pusing dan mau muntah," ujar Suriawan lalu melajukan kendaraannya.

Sejumlah pengendara yang Tribun Bali hentikan kendaraan untuk dimintai keterangan terkait kondisi ini, enggan berhenti.

Sebab rata-rata mereka melaju dari Gianyar menuju ke Denpasar.

Mereka tak mau berhenti, lantaran takut bau busuk menempel di pakaiannya, yang nantinya akan terbawa sampai tempat tujuan mereka.

"Maaf gak bisa lama-lama, takut baunya nempel di pakaian," ujarnya.

Berdasarkan penuturan sejumlah warga, jembatan yang dikenal sebagai jembatan Bona ini, diyakini sebagai jembatan angker.

Bahkan kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di sini.

"Menurut keterangan orang-orang sih di sini angker. Di bawah jembatan ada pasar wong samar. Tapi gak tau, kenapa orang-orang bisa leluasa buang sampahnya di sini," ujar warga sambil berlalu. (*)

Suasana jembatan Bona, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Minggu 16 Juni 2024 - Diduga Berada di Titik Perbatasan, Jembatan Bona Gianyar Jadi Tempat Pembuangan Sampah
Suasana jembatan Bona, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Minggu 16 Juni 2024 - Diduga Berada di Titik Perbatasan, Jembatan Bona Gianyar Jadi Tempat Pembuangan Sampah (tribun bali/i wayan eri gunarta)

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved