Berita Jembrana

NAIK Penyeberangan di Selat Bali, Rangkaian Liburan Sekolah, Awas Cuaca Buruk di Ketapang-Gilimanuk!

Rinciannya, 91.310 orang dari Pelabuhan Ketapang dengan total 23.847 unit. Sementara, 90.492 orang dari Pelabuhan Gilimanuk dengan total 21.696 unit

Dokumentasi PT ASDP Cabang Ketapang
ANTREAN MOBIL - Suasana antrean mobil pribadi di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi hendak menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Rabu (26/6). Antrean kendaraan dari Ketapang menuju Bali sempat membludak, Senin (24/6) hingga Selasa (25/6) diduga karena musim liburan sekolah. 

TRIBUN-BALI.COM - Serangkaian hari libur sekolah, jumlah pengguna jasa penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk meningkat drastis.

Total, ada 181 ribu orang yang masuk dan keluar Bali sejak tiga hari belakangan ini. Bahkan, pada Senin (24/6), jumlah pengguna jasa dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang di angka 42 ribu lebih orang dengan didominasi sepeda motor dan mobil pribadi.

Menurut data yang diperoleh dari ASDP Cabang Ketapang, total pengguna jasa di penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk selama tiga hari terakhir atau sejak Minggu (23/6) hingga Selasa (25/6) kemarin tercatat 181.802 orang baik penumpang dalam kendaraan maupun pejalan kaki.

Rinciannya, 91.310 orang dari Pelabuhan Ketapang dengan total 23.847 unit. Sementara, 90.492 orang dari Pelabuhan Gilimanuk dengan total 21.696 unit kendaraan.

"Peningkatannya sudah sejak hari libur sekolah atau pasca Hari Idul Adha kemarin," kata General Manager PT ASDP Cabang Ketapang, Syamsuddin, Rabu (26/6).

Baca juga: AMBISI Maruoka Bawa Serdadu Tridatu Mengulangi Masa Kejayaan, Sadar Target di Bali United Tinggi!

Baca juga: RAWAN Pohon Tumbang Jalur Denpasar-Gilimanuk, Dahan Melintang Membuat Macet Panjang!

Dia menjelaskan, selama periode libur sekolah ini memang masih didominasi sepeda motor dan mobil pribadi. Namun jumlah pengguna jasa bus pariwisata juga meningkat.

Namun begitu, intensitas pengguna jasa yang meningkat sempat terkendala karena cuaca buruk. Beberapa hari lalu, sempat terkendala selama tiga jam lamanya di dermaga LCM Pelabuhan Ketapang.

Sebab, cuaca buruk gelombang tinggi terjadi. Hal ini menyebabkan pengaruh aktivitas yang cukup signifikan.

"Saat itu kapal belum bisa sandar karena pengaruh cuaca buruk. Jadi macetnya cukup luar biasa, terutama yang menggunakan LCM karena setop operasi," ungkapnya.

Disinggung mengenai arus balik libur sekolah, Syamsudin mengakui sudah melakukan serangkaian antisipasi.

Misalnya dengan menyiagakan armada kapal perbantuan apabila nantinya terjadi lonjakan arus lalu lintas yang akan menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang.

Tentunya tetap memperhatikan kondisi cuaca yang terjadi. Mengingat pada Juni hingga Agustus diprediksi cuaca buruk.

"Saat ini arus masuk ke Bali sudah mulai berkurang, hanya saja nanti saat arus balik yang perlu kita antisipasi," tandasnya. (mpa)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved