Berita Jembrana

LEPAS 150 Ekor Tukik & Pungut Sampah di Pantai, Upaya Pelestarian Ekosistem Laut & Jaga Lingkungan

Serangkaian Hari Bhayangkara ke 78 ini, polisi juga melakukan kegiatan bersih-bersih pantai bersama warga setempat serta pembagian paket sembako.

ISTIMEWA
 Jajaran Polres Jembrana saat melakukan pelepasliaran ratusan ekor tukik di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Jumat 28 Juni 2024. 

TRIBUN-BALI.COM - Sebanyak 150 ekor tukik dilepasliarkan jajaran Polres Jembrana di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Jumat 28 Juni 2024.

Serangkaian Hari Bhayangkara ke 78 ini, polisi juga melakukan kegiatan bersih-bersih pantai bersama warga setempat serta pembagian paket sembako untuk warga.

Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto mengatakan, kegiatan sosial mulai dari pelepasliaran ratusan ekor tukik, bersih-bersih pantai hingga bakti sosial adalah rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-78. Diharapkan ini bisa berdampak ke pelestarian lingkungan di Jembrana.

"Kami harap partisipasi Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan pantai, serta ekosistem di wilayah Jembrana bisa dilakukan bersama-sama dengan masyarakat setempat," ujar AKBP Endang Tri Purwanto.

Menurutnya, kegiatan bersih-bersih pantai sangat penting dilakukan. Apalagi panjangnya garis pantai di Kabupaten Jembrana dari Pekutatan hingga Gilimanuk, membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama, terutama karena aktivitas di pantai sangat berperan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama para nelayan.

Baca juga: Wawali Arya Wibawa Hadiri Rangkaian Karya di Pura Kahyangan Bajing

Baca juga: 7 KORBAN Jiwa di Denpasar, Demam Berdarah Tembus 1.043 Kasus, Dinkes Sebut Fluktuatif

 Jajaran Polres Jembrana saat melakukan pelepasliaran ratusan ekor tukik di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Jumat 28 Juni 2024.
 Jajaran Polres Jembrana saat melakukan pelepasliaran ratusan ekor tukik di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Jumat 28 Juni 2024. (ISTIMEWA)

"Kedepannya kami juga ingin tetap konsisten untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sadar lingkungan dan ikut serta dalam melestarikan alam. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli dan berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar," harapnya.

Untuk diketahui, pelepasliaran ratusan ekor tukik sejalan dengan visi misi dari Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Jembrana sudah berbuat selama 27 tahun lamanya.

Selama itu, kelompok ini sedikitnya sudah berhasil melepas enam ratusan ribu ekor tukik ke habitatnya. Dalam setahun, mereka bertekad untuk melepas 300-400 ekor tukik. Sehingga, perlu peran serta masyarakat luas untuk mendukungnya. Terutama untuk warga yang menemukan sarang telurnya agar dijaga dan diinformasikan kelompok.

"Kami sudah seperempat abad melakukan kegiatan konservasi ini. Kami harap bisa terus berkelanjutan," ungkap Koordinator Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih, Wayan Anom Astika Jaya saat dikonfirmasi belum lama ini.

Anom menuturkan, selama 27 tahun belakangan ini, dirinya dan anggota kelompok lainnya tetap konsisten menjaga ekosistem penyu agar tetap ada dan berlipat ganda. Bahkan, kelompok juga menargetkan ada sekitar 300-400 ekor tukik yang berhasil dilepasliarkan ke habitatnya.

"Jika dari data yang kita catat ada sekitar 600 ribu tukik yang sudah kita lepas selama ini. Kami harap dan ingin tetap konsisten kedepannya," tegasnya.

Bagaimana dengan sarang telur yang ada ? Anom Astika menyebutkan, saat ini masih ada ratusan sarang telur yang masih menunggu proses penetasan. Proses penetasan ya dimulai pertengahan tahun ini akan mengalami masa puncak pada bulan Agustus nanti.

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved