Berita Jembrana
Antisipasi Cuaca Buruk di Selat Bali, Nahkoda Kapal Diminta Terapkan SOP
Antisipasi Cuaca Buruk di Selat Bali, Nahkoda Kapal Diminta Terapkan SOP
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Cuaca buruk di Selat Bali atau lintas Ketapang-Gilimanuk mulai terjadi belakangan ini.
ASDP Cabang Ketapang mengingatkan agar para nahkoda kapal untuk tetap menerapkan SOP yang ada untuk mengantisipasi atau meminimalisir hal yang tak diinginkan terjadi kedepannya.
Keselamatan penumpang dan ABK menjadi prioritas utama dalam pelayanan. Sebab diketahui masa cuaca buruk sudah mulai terjadi sejak beberapa waktu belakangan ini dan diprediksi hingga bulan depan.
Baca juga: KASUS Ulah Pati di Bali Dipicu Kemiskinan, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Tembus 25 Juta Lebih!
Menurut General Manager PT ASDP Cabang Ketapang, Syamsudin, pihaknya telah menginstruksikan kepada nahkoda kapal untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini sebelum dan selama pelayaran.
Nahkoda juga diwajibkan untuk mengikuti arahan dari petugas di pelabuhan dan memantau hasil koordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan instansi terkait lainnya.
Baca juga: Puluhan ODGJ di Jembrana Mengamuk Diamankan Petugas, Terkendala Soal Komunikasi
"Kami telah memperketat SOP nahkoda kapal untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru kapal ketika dalam kondisi cuaca buruk," ujar Syamsudin saat dikonfirmasi, Selasa 2 Juli 2024.
"Nahkoda kapal diwajibkan untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini dan mengikuti arahan dari petugas di pelabuhan," imbuhnya.
Syamsudin menambahkan, pihaknya juga telah meningkatkan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Basarnas untuk kesiapsiagaan tim SAR dan peralatan penyelamatan di kedua pelabuhan.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan laut akibat cuaca buruk.
"Kami juga meningkatkan kesiapsiagaan tim SAR dan peralatan penyelamatan di kedua pelabuhan. Karena keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama pelayanan," kata Syamsudin.
Syamsudin mengimbau kepada masyarakat yang ingin bepergian melalui jalur laut Ketapang-Gilimanuk untuk selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum berangkat. Jika memungkinkan, masyarakat diimbau untuk menunda keberangkatannya jika cuaca diprediksi buruk.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang ingin bepergian melalui jalur laut Ketapang-Gilimanuk untuk selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum berangkat," tutur Syamsudin.
"Kami mohon kepada pengguna jasa agar bersabar. Selalu patuhi arahan dari petugas semisalnya terjadi penundaan keberangkatannya jika terjadi cuaca buruk. Ini demi faktor keselamatan penumpang seluruhnya," tandasnya.
Antrian Mengular hingga Masjid Gilimanuk, Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Hampir 2 Jam |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Hampir Dua Jam, Kendaraan Mengular Hingga 1 Kilometer |
![]() |
---|
EKS Mantri Bank Tersangka Dugaan Korupsi Rp1,5 M Lebih, Sayu Gelapkan Saldo Nasabah & Kredit Fiktif |
![]() |
---|
Eks Mantri Bank Diduga Korupsi 1,5 M di Bali, Gelapkan Saldo Mengendap Nasabah hingga Kredit Fiktif |
![]() |
---|
Dua PNS Jembrana Bali Dipecat Tahun Ini, Tersandung Kasus, Semaradani: Bekerja Sesuai Tupoksi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.