Berita Bali

TRAUMA Tragedi Kebakaran Gudang LPG Tewaskan 18 Orang, Satpol PP, Hiswana & Pertamina Gelar Sidak!

Trauma usai kebakaran gudang gas milik Sukojin, masih belum hilang dari ingatan warga khususnya warga Bali. 

TRIBUN BALI/WAHYUNI SRI UTAMI
HASIL SIDAK - Satpol PP Bali, Hiswana Migas dan Pertamina dalami laporan masyarakat ihwal isu pengoplosan gas elpiji, Rabu (3/7). 


Misteri Pemasok Berinisial M

Terbongkarnya praktik ilegal yang dilakukan oleh sang suami membuat istri Wayan Rawan hanya bisa menangis dan menyesali perbuatan yang dilakukan oleh sang suami. Istri tidak dijadikan tersangka lantaran hanya sebatas mengetahui dan tidak terlibat dalam aktivitas pengoplosan.

Tersangka Wayan Rawan mengaku memperoleh pipa besi yang digunakan untuk pengoplosan itu dari seseorang yang disebutkan berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). "Saya ditawari. Saya beli dari orang NTT. Saya tidak tahu namanya. Saya bertemu di jalan," ujar Wayan Rawan.

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Bali, AKBP Renefli Dian Candra menyampaikan, Wayan Rawan mendapat pasokan gas-gas tersebut dari seseorang berinisial M warga Baturiti yang kini juga sedang didalami oleh polisi.

"Pengoplosan ini bisa cuma dilakukan 1 orang saja. Secara manual. Pengoplosan ini dilakukan 2 bulan terakhir, sedangkan dalam 4 tahun terakhir memang tersangka ini berjualan gas 3 kg yang dipasok dari orang berinisial M warga Baturiti," kata dia.

Ia menanggapi isu yang berkembang di masyarakat mengenai praktik pengoplosan elpiji yang dibekingi aparat kepolisian. Jika memiliki bukti-bukti atau melihat aparat yang dimaksud agar segera melaporkan ke kantor polisi terdekat atau ke Polda Bali. (sar)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved