Pilkada Bali 2024

Kembang-Ipat Semakin Santer Dibicarakan, Koalisi Lima Partai Segera Deklarasi Dukungan

Suardana mengatakan, pihaknya telah membahas pengusungan pasangan calon (Paslon) bakal Bupati dan Wakil Bupati dari koalisi lima partai

ISTIMEWA
Gede Winasa saat menggandeng tangan Made Kembang serta anaknya, Ipat secara bersamaan di rumah kediamannya di Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Jumat 5 Juli 2024 malam - Kembang-Ipat Semakin Santer Dibicarakan, Koalisi Lima Partai Segera Deklarasi Dukungan 

"Saya merasa terharu dan bangga, beliau akhirnya bisa menghirup udara bebas hari ini (Jumat malam). Ini karena kita dekat, suka duka pernah kita alami," kata Kembang Hartawan saat dikonfirmasi.

Disinggung mengenai adanya teriakan Kembang-Ipat pasca bebasnya Gede Winasa, politikus berlambang banteng hitam moncong putih ini mengakui, itu adalah aspirasi masyarakat.

Tentunya, aspirasi tersebut nantinya bakal disampaikan ke induk partai.

"Saya akan menyampaikan ke induk partai ada aspirasi seperti itu. Tentu nanti induk partai yang memutuskan seperti apa," ucapnya.

"Selaku kader, saya harus taat dan patuh terhadap instruksi partai," tegasnya.

Kemudian apa sudah ada pembahasan dengan Gede Winasa atau bahkan Ipat terkait paket tersebut, Kembang Hartawan mengakui pihaknya memang sering berkomunikasi dengan politikus sepuh tersebut.

Termasuk saat menjadi Wakil Bupati Jembrana Periode 2010-2020 lalu.

Namun dirinya memilih untuk tetap stay calm

"Tidak lebih berbicara politik, tapi lebih ke bercerita terkait pemikiran beliau yang belum terealisasi untuk kemajuan Jembrana," tandasnya.

Terpisah, I Gede Ngurah Patriana Krisna alias Ipat meminta agar proses kebebasan ayahanda tidak dibawa atau dikaitkan ke ranah politik.

Sebab, kebebasan Gede Winasa adalah harapan yang sudah lama dinanti yakni kembali ke keluarga.

Dan selanjutnya agenda Gede Winasa bakal lebih dulu mengunjungi keluarga dan kerabat yang sudah lama tidak ditemuinya.

"Sebenarnya saya tidak ingin momen ini dipolitisasi. Karena ini adalah momen klimaks untuk Bapak (Gede Winasa. Dimana beliau sekarang bisa kumpul dengan keluarga dan masyarakat," ungkapnya.

Namun begitu, Ipat belum berani berkomentar lebih jauh mengenai aspirasi masyarakat terkait "Kembang-Ipat".

Sebab, dirinya juga masih belum membahas hal tersebut dan tentunya menunggu instruksi lebih lanjut dari Bupati Jembrana Periode 2000-2010 tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved