Berita Badung
Tol Giri Prasta Tak Seperti Bali Mandara, Dibangun di Tepi Pantai Membentang dari Bandara ke Cemagi
Bagus Surya Suamba menyontohkan Pantai Kulkus Australia menjadi lebih oke untuk selancar setelah dilakukan penataan.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta akan membangun tol laut. Proyek direncanakan akan dilakukan sebelum Giri Prasta lengser dari kursi Bupati Badung.
Tol laut yang diwacanakan Giri Prasta bukan seperti Tol Bali Mandara. Tol yang dirancang Giri adalah jalan yang dibangun di bibir pantai. Sesuai rencana, jalan akan dibangun di pinggir pantai membentang dari Bandara Gusti Ngurah Rai hingga Cemagi, Kecamatan Mengwi.
Tol laut adalah istilah yang dimunculkan oleh Giri Prasta.
"Seperti yang saya bilang sebelumnya, ini jalan jalur trem. Memang akan berada di pinggir pantai atau laut," ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Ida Bagus Surya Suamba, Senin 15 Juli 2024.
Baca juga: Jalan Lingkar Selatan dan LRT Belum Terwujud, Bupati Badung Kembali Wacanakan Bangun Tol Laut
Dalam pembangunan trem ini, kata dia, akan dilakukan normalisasi bibir pantai dengan penambahan pasir.
Ia mengungkapkan, penambahan pasir ini akan dilakukan hingga ke Pantai Cemagi.
Surya Suamba mengatakan, penambahan pasir ini dilakukan karena terjadi abrasi. Pengurukan pasir ini untuk membuat jalan tersebut.
"Nanti jalan rencananya lebarnya 8 meter. Tapi ini bukan jalan umum, ini khusus untuk bus listrik," bebernya.
Jalan tersebut nanti akan dilengkapi dengan transportasi bus listrik.
"Kami lakukan penataan pantai dulu. Setelah itu baru pembangunan jalan yang nanti dilengkapi dengan bus listrik," bebernya.
Birokrat asal Tabanan ini menegaskan, penataan pantai ini tidak untuk mengurangi aktivitas wisatawan.
Kata dia, desain penataan akan menambah kualitas ombak untuk selancar atau surfing.
Giri Prasta mengatakan, pembangunan trem dari arah Bandara Ngurah Rai hingga Cemagi Badung juga tetap berjalan sesuai rencana.
"Mana yang terlebih dahulu setelah penataan pasir, ada kereta di sempadan pantai, atau nanti dengan alternatif kami yang kedua itu adalah tol laut. Kalau saya yang mana lebih cepat dieksekusi itu yang disepakati," jelasnya.
Ia menegaskan, pembangunan kedua program ini harus dimatangkan agar tidak mangkrak.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.