Berita Badung

Tol Laut Giri Prasta Tak Seperti Bali Mandara, di Tepi Pantai Membentang dari Bandara ke Cemagi

Tol laut yang diwacanakan Giri Prasta bukan seperti Tol Bali Mandara. Tol yang dirancang Giri adalah jalan yang dibangun di bibir pantai.

TRIBUN BALI/AGUS ARYANTA
BERI KETERANGAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat memberi keterangan kepada awak media, belum lama ini. Tol laut yang diwacanakan Giri Prasta bukan seperti Tol Bali Mandara. Tol yang dirancang Giri adalah jalan yang dibangun di bibir pantai. 

TRIBUN-BALI.COM - Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta akan membangun tol laut. Proyek direncanakan akan dilakukan sebelum Giri Prasta lengser dari kursi Bupati Badung.

Tol laut yang diwacanakan Giri Prasta bukan seperti Tol Bali Mandara. Tol yang dirancang Giri adalah jalan yang dibangun di bibir pantai.

Sesuai rencana, jalan akan dibangun di pinggir pantai membentang dari Bandara Gusti Ngurah Rai hingga Cemagi, Kecamatan Mengwi.

Tol laut adalah istilah yang dimunculkan oleh Giri Prasta. "Seperti yang saya bilang sebelumnya, ini jalan jalur trem. Memang akan berada di pinggir pantai atau laut," ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Ida Bagus Surya Suamba, Senin (15/7).

Dalam pembangunan trem ini, kata dia, akan dilakukan normalisasi bibir pantai dengan penambahan pasir. Ia mengungkapkan, penambahan pasir ini akan dilakukan hingga ke Pantai Cemagi.

Baca juga: Nengah Mudiana Kehilangan Sosok yang Loyal, Anggota DPRD Klungkung Made Wibawa Meninggal Dunia

Baca juga: KOALISI Tunggu Sikap Golkar Terkait Ipat, Ia Tegaskan Masih Kader Partai Beringin

Surya Suamba mengatakan, penambahan pasir ini dilakukan karena terjadi abrasi. Pengurukan pasir ini untuk membuat jalan tersebut. "Nanti jalan rencananya lebarnya 8 meter. Tapi ini bukan jalan umum, ini khusus untuk bus listrik," bebernya.

Jalan tersebut nanti akan dilengkapi dengan transportasi bus listrik. "Kami lakukan penataan pantai dulu. Setelah itu baru pembangunan jalan yang nanti dilengkapi dengan bus listrik," bebernya.

Birokrat asal Tabanan ini menegaskan, penataan pantai ini tidak untuk mengurangi aktivitas wisatawan. Kata dia, desain penataan akan menambah kualitas ombak untuk selancar atau surfing.

Giri Prasta mengatakan, pembangunan trem dari arah Bandara Ngurah Rai hingga Cemagi Badung juga tetap berjalan sesuai rencana. "Mana yang terlebih dahulu setelah penataan pasir, ada kereta di sempadan pantai, atau nanti dengan alternatif kami yang kedua itu adalah tol laut. Kalau saya yang mana lebih cepat dieksekusi itu yang disepakati," jelasnya.

Ia menegaskan, pembangunan kedua program ini harus dimatangkan agar tidak mangkrak. "Hal-hal yang kami lakukan ini pelaksanaan untuk mapping sebuah proses harus dimatangkan. Sekali jalan jangan sampai mangkrak. Lebih baik perencanaan kami matangkan lama," katanya.

Ia mengaku membangun jalan tol di atas laut untuk menunjang infrastruktur yang ada Badung yang sumber penghasilannya dari pariwisata. "Kami akan bangun secepatnya sehingga nanti wisatawan bisa menikmatinya," beber dia.

"Sebelum Giri Prasta ini berhenti menjadi Bupati Badung, saya akan buat tol laut. Sehingga warga negara internasional, domestik atau mancanegara turun dari bandara akan langsung ke laut," sambung Giri Prasta. (gus)


Siapkan Anggaran Rp 900 Miliar

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Ida Bagus Surya Suamba menyontohkan Pantai Kulkus Australia menjadi lebih oke untuk selancar setelah dilakukan penataan.

"Seperti di Pantai Kulkus Australia. Tadinya jelek kemudian ditata ulang, pembangunan dasarnya, akhirnya lebih bagus ombaknya," demikian paparnya.

"Dalam penataan pantai secara keseluruhan akan dilakukan pembangunan breakwater, struktur di bawahnya, dan lainnya. Untuk pengerjaannya akan dilakukan pada tahun 2025. Berdasarkan DED penataan ini dilakukan dengan anggaran Rp 900 miliar," demikian dia menjelaskan. (gus)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved