Mantan Bupati Jembrana Meninggal Dunia

Kematian Eks Bupati Jembrana & Istri di Denpasar Masih Misterius, Ini Kata Polisi & Dokter Forensik

Mantan Bupati Jembrana Drs Ida Bagus Ardana (84) dan istrinya Anak Agung Ayu Sri Wulan Trisna (64) ditemukan tewas di rumah mereka di Jalan Gurita IV

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ady Sucipto
MER/Tribun Bali
Foto Kenangan - Jenazah mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana, dengan istrinya yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Gurita Denpasar, akan segera diautopsi di Instalasi Forensik RSUP Prof Ngoerah Bali malam ini. 

Waktu perkiraan kematian dua jenazah tersebut diperkirakan 72 sampai 96 jam sebelum pemeriksaan.

“Masuk ke RSUP Prof Ngoerah jam 12 malam. Dua jenazah sudah membusuk,” imbuhnya.

Dokter Hengky mengatakan dengan dilakukannya autopsi ini untuk memastikan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Meskipun saya sudah jelaskan kepada keluarga kemungkinan besar hasilnya tidak akan bisa memuaskan harapan keluarga dan masyarakat karena kondisi mayat sudah membusuk. Artinya tidak mungkin kita bisa mendapatkan informasi sama seperti pada saat jenazah masih segar,” paparnya.

Baca juga: MISTERI Kematian Mantan Bupati Jembrana & Istri di Jalan Gurita Sesetan, Simak Kronologi Lengkapnya!

Pemeriksaan autopsi akan difokuskan pada tanda-tanda kekerasan yang nyata, seperti misalnya adanya patah tulang. Dan untuk dugaan meninggal karena keluhan pada organ dalam, penyakit dan racun tetap akan diupayakan semaksimal mungkin.

“Meskipun kita tahu berdasarkan pengalaman dan bukti sering kali sel-selnya sudah lesis dan sulit untuk menentukan penyakit yang diderita pada kondisi jenazah yang sudah larus.

Akan tetapi kita akan tetap melakukan pemeriksaan secara menyeluruh karena itu tujuan autopsi,” bebernya.

Dr Hengky juga menjelaskan autopsi ini cepat dilakukan namun hasil pemeriksaan laboratoriumnya yang cukup lama.

“Ini sudah saya sampaikan permakluman kepada keluarga dan penyidik agar sabar menunggu karena kita diberikan waktu berdasarkan UU yaitu 8 minggu untuk menerbitkan hasil autopsi tersebut. Jadi tidak bisa cepat, nanti setelah hasilnya keluar kita akan rilis sepenuhnya supaya informasi tidak setengah-setengah. Takutnya nanti ada yang mengaburkan fakta,” katanya. (ian/sar)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved