Pilkada Bali 2024
PETA Politik di Badung Berubah Total, Gerindra Demokrat Merapat, PDIP Komunikasi dengan Golkar
Bahkan saat ditanya, bagaimana dengan Golkar, apakah juga akan melakukan komunikasi untuk koalisi di Pilkada Badung, Giri Prasta menyatakan kemungkina
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Peta politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Badung bisa berubah setelah I Wayan Disel Astawa mundur menjadi calon wakil bupati pada Paket Wasudewa dengan I Wayan Suyasa.
Pasalnya setelah Ketua DPC Gerindra Badung itu mundur, Gerindra malah dikabarkan merapat ke PDI Perjuangan Badung.
Bahkan tidak hanya Gerindra, Partai Demokrat juga dikabarkan bergabung dengan PDIP untuk mempertahankan kursi Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung.
Bahkan semua itu sudah sepakat, dan sudah dilakukan pembahasan. Terkait dengan hal itu Ketua DPC PDIP Badung I Nyoman Giri Prasta membenarkan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Partai Gerindra dan Demokrat untuk Pilkada Badung.
"Kami harus melakukan komunikasi bersinergi seluruh partai apapun itu. Bagaimanapun kita harus berpikir dan menyamakan persepsi untuk memajukan Kabupaten Badung," kata Giri Prasta usai pelantikan pejabat eselon II di Lingkungan Pemkab Badung, Senin (12/8).
Menurutnya, semua itu dilakukan untuk membuat pilkada Badung betul-betul bagus kondusif. Bahwa pesta demokrasi, kata Giri Prasta, harus dirayakan bersama.
Baca juga: Baru 139 dari 1.500 Desa Adat Punya Aturannya, Senator Bali Dorong Bentuk Perarem Narkoba!
Baca juga: Karya 24 Perupa dengan Tema Karma Wong Kawya di Taman Budaya Bali Denpasar

"Kedua siapapun yang terpilih biar biar bisa bergotong royong, bupatinya menggotong partai politik dan masyarakat harus royong. Saya kira budaya membangun secara bersama-sama," kata mantan Ketua DPRD Badung itu.
Ditanya, jika Demokrat sudah mengatakan resmi bergabung dengan PDIP, apakah Gerindra juga sudah? “Sudah, sudah,” jawab Giri Prasta.
Namun demikian kata politisi Asal Desa Pelaga, Petang itu, keputusan apakah nantinya akan koalisi di Pilkada Badung atau tidak, menjadi ranah ketua umum masing-masing partai politik.
Bahkan saat ditanya, bagaimana dengan Golkar, apakah juga akan melakukan komunikasi untuk koalisi di Pilkada Badung, Giri Prasta menyatakan kemungkinan itu selalu ada.
Sebab jangankan dengan partai politik yang mendapat kursi di DPRD Badung, bahkan partai politik yang tidak memiliki wakil pun tetap diajak komunikasi.
"Bisa saja (komunikasi ke Golkar, Red). Setelah dengan Gerindra ini, nanti baru kami komunikasi dengan Partai Golkar. Jangan salah lho, kita juga komunikasi dengan partai politik yang tidak ada DPRD-nya," tegas Giri Prasta.
Apa peluang koalisi dengan Golkar mungkin terjadi? Giri Prasta pun mengaku semuanya mungkin terjadi. "Saya kira apapun itu sangat mungkin, karena keputusan itu bisa diputuskan dengan berbagai pertimbangan," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Bali, Sugawa Korry memastikan I Wayan Suyasa tetap maju pada Pilkada 2024, meski Cawabup, Disel Astawa menyatakan mundur. Sugawa mengatakan, pihaknya telah mengadakan rapat untuk membahas hal tersebut dengan Suyasa.
“Kemarin kita sudah undang rapat dengan Pak Suyasa. Tetap dia maju kita carikan penggantinya. Mundur kan tidak mungkin dipaksakan,” kata Sugawa, Senin (12/8).
Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih, Jaya-Wibawa Akan Rangkul Paslon Abdi Bangun Denpasar |
![]() |
---|
Sutjidra - Supriatna Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Buleleng 2024 |
![]() |
---|
Adi-Cipta Tak Hadir Saat KPU Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Badung Terpilih |
![]() |
---|
KPU Tetapkan Pemenang Pilkada Serentak 2024, Agus Mahayastra Absen, Tagel Siap Hadir |
![]() |
---|
Besok, KPU Gianyar Tetapkan Agus Mahayastra dan AA Gede Mayun Sebagai Pemenang Pemilu 2024 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.