Berita Bali

Pemprov Bali Hargai Kritik Jokowi! Pembangunan LRT/MRT Banyak Habiskan Anggaran

Menurutnya, karena pembangunan MRT ini memerlukan investasi yang sangat besar, sehingga warning itu sangat penting untuk Bali.

Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, kritik Jokowi merupakan bentuk perhatian dari pimpinan kepala pemerintahan yang telah memiliki pengalaman panjang di dalam membangun MRT, khususnya di Jakarta. 

TRIBUN-BALI.COM  – Presiden RI Joko Widodo mengingatkan Bali soal pembangunan MRT/LRT. Beberapa waktu lalu, Jokowi mengatakan Bali harus berhati-hati, serta menghitung seluruh biaya pembangunan dengan cermat.

Selain memperhatikan biaya pembangunanya, saat membangun LRT/MRT ini Bali harus memiliki biaya operasional besar setiap tahunnya atau membutuhkan APBD yang besar.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, kritik Jokowi merupakan bentuk perhatian dari pimpinan kepala pemerintahan yang telah memiliki pengalaman panjang di dalam membangun MRT, khususnya di Jakarta.

Baca juga: 100 Lebih Hotel di Bali Kena Retas! Pelaku Ganti Telepon dan Rekening di Google Bisnis

Baca juga: Badung Kebut Pengerjaan 2 Segmen JLS, Kendala Kelanjutan Proyek Jalan Lingkar Selatan

“Tentu pengalaman itu beliau sampaikan kepada kita semua pemangku kepentingan di Bali untuk memahami itu. Apa yang beliau sampaikan kan dari pengalamannya. Bahwa membangun MRT perlu kehati-hatian, membutuhkan investasi yang tinggi, membutuhkan dukungan finansial dari APBD,” kata Dewa Indra saat ditemui, Rabu (14/8).

Dewa Indra mengatakan, kondisi fiskal APBD Bali sangat terbatas, maka Pj Gubernur Bali dibantu pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perencanaan Pembangunan, Kementerian Investasi, Kementerian Perhubungan membangun kolaborasi untuk memaksimalkan peran investasi swasta dalam pembangunan ini.

“Jadi sudah didesain sedemikian rupa. Tentu saja peringatan presiden tetap penting. Kan beliau kepala pemerintahan yang punya pengalaman panjang soal itu,” imbuhnya.

Menurutnya, karena pembangunan MRT ini memerlukan investasi yang sangat besar, sehingga warning itu sangat penting untuk Bali.

Sementara untuk biaya operasional akan berasal dari investor karena proyek ini dibangun oleh swasta. “Mereka mengeluarkan banyak uang. Tentu mereka harus diberi kesempatan untuk operasional supaya modal mereka kembali,” katanya.

Ketika ditanya, Jokowi dalam pernyataanya juga menyinggung Pemda yang anggarannya bukan untuk pembangunan, melainkan hibah apakah itu pernyataan untuk Bali? Dewa Indra mengatakan tidak mengetahui siapa yang dimaksud karena bukan hanya di Bali yang ada daerah yang memiliki pendapatan besar.

“Kita tidak perlu mencari daerah mana yang dimaksud beliau, yang lebih penting adalah spirit pesan beliau yang kita maknai. Artinya kalau ada daerah kabupaten kota yang punya pendapatan besar, mari gunakan sebesar-besarnya untuk pembangunan yang benar-benar bisa memajukan daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengangkat derajat kehidupan masyarakat, memberikan pelayanan publik yang baik,” katanya. (sar)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved