Berita Bali

DIALOG Alot Berujung Baik, Istri Budiasa Alami Depresi & Mau Diajak ke RSJ Bangli

Semua pihak memberikan pemahaman, agar istri Wayan Budiasa yang terbaring sakit sejak 20 hari lalu dirawat di RSJ Bangli.

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
PELUKAN – Wayan Budiasa peluk istrinya ketika akan dibawa jajaran Dinsos Bali dan Gianyar untuk menjalani perawatan di Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Minggu (20/7). 

TRIBUN-BALI.COM - Pihak Dinsos turun ke rumah Wayan Budiasa. Setelah dilakukan dialog yang alot, akhirnya Budiaasa mengizinkan istrinya untuk dirujuk dan dirawat di RSJ Bangli.

Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bali, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Dinsos Kabupaten Gianyar, RS Dharma Yadnya, Puskesmas I Sukawati, pihak desa dan lingkungan mendatangi kos milik Wayan Budiasa di wilayah Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar pada Minggu (20/7) siang.

Semua pihak memberikan pemahaman, agar istri Wayan Budiasa yang terbaring sakit sejak 20 hari lalu dirawat di RSJ Bangli.

Awalnya Budiasa bersikeras mengajak istrinya, untuk dirawat di RSUD Wangaya. Namun setelah diberikan pemahaman oleh semua pihak, ia pun luluh untuk mengizinkan istrinya dirawat ke RSJ Bangli.

Baca juga: TERSENDAT! Program 1 Keluarga 1 Sarjana Belum Masuk APBD Perubahan

Baca juga: KASUS Dugaan Korupsi di BPR Bank Buleleng 45 Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan

Kepala Dinsos Provinsi Bali, dr. AA Sagung Mas Dwipayani didampingi Kepala Dinsos Kabupaten Gianyar, AA Gde Putrawan mengatakan, istri Budiasa mengalami gangguan mental. “Bukan hanya psikosis, tapi mengarah ke skizofrenia. Dan ini harus dirawat inap,” paparnya.

Selama ini dengan rawat jalan, penanganan belum bisa dilakukan optimal dan konsumsi obat juga tidak rutin. Sehingga jika tidak dilakukan rawat inap dengan pemberian obat yang rutin dan terjaga, kemungkinan sembuh agak sulit.

“Setelah komunikasi bersama semua pihak termasuk Dinsos Gianyar, Satpol PP, media dan mayarakat, akhirnya keluarga, dalam hal ini Pak Budiasa mengizinkan istrinya untuk rawat inap di RS Jiwa Bangli,” paparnya.

Ia berharap dengan perawatan yang ditanggung penuh pemerintah ini, bisa segera sembuh. Saat ini, masih ada dua anak Budiasa yang putus sekolah.

Dari tiga anak Budiasa, yang tertua saat ini duduk di kelas X SMK PGRI Denpasar yang dibiayai Yayasan Relawan Bali milik Andy Kariasa.

Yang kedua putus sekolah sejak 4 tahun lalu saat kelas III SD. Dan yang ketiga saat ini berusia 10 tahun belum pernah mengenyam bangku sekolah.

Dinsos Bali mengupayakan agar kedua anaknya diizinkan dimasukkan ke Panti Sosial Anak Asuh di Kabupaten Buleleng milik Dinas Sosial Bali.

“Dua anaknya yang putus sekolah, sampai saat ini bapaknya masih bersikeras untuk tidak memasukkan ke dalam panti sosial anak asuh di Buleleng milik Dinsos Bali. Dan akan melanjutkan di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) kesetaraan di Denpasar,” paparnya.

Pihaknya pun sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar terkait hal itu. Selain itu, Dinsos bersama jajarannya juga membawa sembako.

“Mudah-mudahan nanti orang tuanya mau ikuti saran Dinsos dan Dinas Pendidikan. Dan masalah ini tidak akan jadi polemik lagi,” imbuhnya.

Sagung Mas Dwipayani menambahkan, masalah ini bukan masalah baru. “Sebelumnya pemerintah sudah pernah hadir memberikan bantuan. Akan tetapi keluarganya bersikeras tidak mau ke RSJ,” paparnya. (i putu supartika)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved