Berita Klungkung

WNA Australia Meninggal Dunia di Manta Point Nusa Penida Klungkung Bali

Mereka dan 11 wisatawan lainnya lalu naik boat dan berangkat ke Manta Point. Sebelum menyelam, mereka sudah sempat mendapatkan pengarahan

Istimewa
MENINGGAL - Seorang wisatawan asal Australia inisial PP (67) meninggal dunia setelah melakukan aktivitas menyelam di Manta Point, Desa Batukandik, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung pada Sabtu (31/8). 

TRIBUN-BALI.COM - Seorang wisatawan asal Australia berinisial PP (67) meninggal dunia setelah melakukan aktivitas menyelam di Manta Point, Desa Batukandik, Kecamatan Nusa Penida, Sabtu (31/8).

Perempuan paruh baya itu sempat mengeluh sesak napas, sampai akhirnya ambruk tidak sadarkan diri.

Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Agus Widiono mengatakan, awalnya korban dan suaminya datang ke salah satu akomodasi wisata yang melayani jasa diving (menyelam) pada Sabtu (31/8) pagi.

Mereka dan 11 wisatawan lainnya lalu naik boat dan berangkat ke Manta Point. Sebelum menyelam, mereka sudah sempat mendapatkan pengarahan dan pengecekan peralatan menyelam.

 “Sekitar pukul 10.00 Wita korban mulai menyelam dan berada sekitar 8 menit di bawah laut,” ungkap Agus Widiono, Minggu (1/9).Selama 8 menit di bawah laut, korban tiba-tiba kembali ke permukaan.

Baca juga: Wayan Arsana Alami Luka Berat di Kepala! Pengendara Sepeda Motor Tertimpa Pohon di Jalur Tengkorak

Baca juga: Penantian Setengah Abad! Karya Ngenteg Linggih Pura Manik Mas Nyanglan, Upacara Terakhir Pada 1958

Ia dibantu pemandunya lalu berusaha kembali naik ke atas boat. Saat itulah korban mengeluh mengalami sesak napas. Saat baik ke tangga boat, korban ambruk tidak sadarkan diri. 

“Kru boat sudah berupaya memberikan pertolongan pertama, tapi korban tidak kunjung sadar. Lalu korban dibawa ke klinik terdekat,” ungkap Agus Widiono 

Sampai di Klinik Nusa Medica, tim medis sempat mengecek kondisi korban. Namun korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

 “Jenazah korban dikirim langsung ke Sanglah (RS Prof Ngeorah). Informasinya pihak keluarga akan melakukan autopsi terhadap korban di negara asalnya,” jelas Agus Widiono. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved