Siswi SMK Bertato
SISWI Bertato Diberi Kesempatan & Tidak Skorsing Demi Masa Depan, Tapi Siap Out Jika Berulah Lagi!
Kepsek SMK PGRI 6 Denpasar, Wayan Sukarta, mengatakan hasil dari pertemuannya dengan orangtua KBE berujung pada membuat surat pernyataan.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Kepala SMK PGRI 6 Denpasar akhirnya memanggil siswi bertato berinisial KBE bersama orangtuanya, Selasa (17/9). KBE yang viral karena tatonya itu kemudian membuat surat pernyataan di hadapan kepsek dan orangtuanya.
Kepsek SMK PGRI 6 Denpasar, Wayan Sukarta, mengatakan hasil dari pertemuannya dengan orangtua KBE berujung pada membuat surat pernyataan. Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh KBE, serta disaksikan oleh bapak dan kakak kandungnya.
Dalam surat pernyataan tersebut, siswi tersebut berjanji untuk lebih rajin bersekolah dan mengikuti aturan sekolah.
Ia juga menyatakan kesediaannya untuk mengubah penampilannya, tidak membuat konten yang melibatkan atribut sekolah, serta siap menerima sanksi dikeluarkan dari sekolah apabila melanggar lagi.
Baca juga: KASUS Siswi Bertato di SMK PGRI 6 Denpasar, Sekolah Masih Izinkan Ikuti Pendidikan, Sudah Akui Salah
Baca juga: MACET Proyek Tol Mengwi-Gilimanuk, Masih Tunggu Dana Pembebasan Tanah! Simak Beritanya

Berikut isi surat pernyataan tersebut :
Saya akan lebih rajin datang bersekolah.
Saya akan berubah dari penampilan mengikut, aturan sebagaimana murid di sekolah (memakai rok sepanjang lutut, tidak memakai nailtip panjang dan warna yang mencolok, serta melepas piercing yang berlebihan).
Saya tidak akan membuat video, foto atau apapun itu menggunakan atribut sekolah.
Saya siap menerima sanksi dikeluarkan dari sekolah apabila melanggar lagi.
Saya akan mematuhi setiap guru, wali kelas, dan kepala sekolah bila memberi peringatan.
Pernyataan ini disetujui dan ditandatangani oleh siswi yang bersangkutan di atas materai, serta disaksikan oleh bapak dan kakaknya.
Lebih lanjutnya Wayan Sukarta mengatakan, pertemuan tersebut dihadiri oleh pihak keluarga, termasuk bapak dan kakak kandung siswi yang bersangkutan. Sementara ibunya tidak bisa hadir karena sedang mengantar adiknya yang paling kecil ke sekolah.
Pihak sekolah pun mengaku masih menerima siswi tersebut untuk menuntut ilmu di sana, meski punya tato permanen.
“Masih (diizinkan bersekolah), karena kami mempertimbangkan masa depan anak. Siapa lagi kalau bukan kami yang memperhatikan," jelas Sukarta.
Terkait sanksi yang dijatuhkan kepada siswi tersebut, Sukarta menyatakan pihak sekolah tidak memberikan skorsing. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi psikologis siswi dan keluarganya.
“Kami tidak menskorsing agar tidak menambah beban pikiran anak dan keluarga. Kami izinkan untuk sekolah, cuma kami lebih intens lagi memperhatikan anak tersebut,” imbuhnya.
Sukarta juga menegaskan bahwa sekolah akan terus memantau perkembangan siswi tersebut dan memastikan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Ia berharap tindakan preventif ini dapat membantu siswi itu lebih fokus dalam belajar dan menata masa depannya.
Video KBE yang viral di TikTok sempat menuai banyak perhatian dari publik, terutama karena dinilai tidak mencerminkan sikap seorang pelajar.
Kini, setelah surat pernyataan ini dibuat, pihak sekolah berharap agar siswi tersebut dapat memperbaiki perilakunya dan kembali berfokus pada kegiatan akademis. (sar)
Dipanggil Kepsek, Siswi Bertato Viral Janji Ubah Penampilan, Pihak Sekolah Akan Beri Perhatian Lebih |
![]() |
---|
Klarifikasi Siswi Bertato di Bali, Janji Ikuti Aturan dan Buat Surat Pernyataan, Tak Kena Sanksi |
![]() |
---|
KASUS Siswi Bertato di SMK PGRI 6 Denpasar, Sekolah Masih Izinkan Ikuti Pendidikan, Sudah Akui Salah |
![]() |
---|
Setelah Viral, Siswi Bertato dari SMK PGRI 6 Denpasar Diminta Buat Surat Pernyataan |
![]() |
---|
Siswi Bertato dari SMK PGRI 6 Denpasar Buat Surat Pernyataan Janji Akan Taat Ikuti Aturan Sekolah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.