Hari Raya Galungan dan Kuningan
Jelang Galungan, Gerakan Pangan Murah Pemkab Gianyar Diserbu Masyarakat
Kegiatan ini menggandeng semua pihak terkait. Seperti Bulog, ID Food, PPI, KWT, Gapoktan, dan UMKM.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemkab Gianyar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Alun-alun Kota Gianyar, Bali, Jumat 20 September 2024.
Kegiatan ini juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang hari raya.
Kegiatan ini pun langsung diserbu masyarakat.
Turut dihadiri langsung Pj Bupati Gianyar I Dewa Tagel Wirasa bersama Pj Ketua TP. PKK Kabupaten Gianyar Widiastuti Wirasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Dewa Gde Alit Mudiarta, Kepala OPD dan undangan terkait lainnya.
Baca juga: Tiap Hari Pantau Harga di 4 Peken! Akan Ada 8 Kali Pasar Murah hingga Kuningan
Kegiatan ini menggandeng semua pihak terkait. Seperti Bulog, ID Food, PPI, KWT, Gapoktan, dan UMKM.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar, I Gusti Ayu Dewi Hariani mengatakan, kegiatan ini guna mengantisipasi lonjakan harga jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Pemerintah Kabupaten Gianyar menggandeng semua pihak terkait dalam menyelenggarakan gerakan pangan murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Biasanya menjelang hari raya harga akan naik, sehingga dengan adanya gerakan pangan murah pasokan dan harga pangan tetap stabil dan dapat dikendalikan,” kata Ayu Dewi Hariani.
Pj. Ketua TP.PKK Kabupaten Gianyar, Widiastuti Wirasa mengatakan gerakan pangan murah atau yang sering disebut GPM merupakan upaya pemerintah untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan serta menjaga inflasi tetap rendah dan stabil.
“Momennya kebetulan bersamaan dengan datangnya Hari Raya Galungan, sehingga kita berharap masyarakat dapat diringankan,” ujar Widiastuti Wirasa.
"GPM ini merupakan program dari Badan Pangan Nasional yang dilaksanakan melalui Dinas Ketahanan Pangan,” imbuhnya.
Dalam kegiatan ini, harga-harga komoditas yang dijual jauh di bawah harga pasaran atau di bawah harga harga eceran tertinggi (HET).
“Tadi saya sempat bertanya, mereka mengatakan harganya jauh dari harga pasaran,” tandasnya.
Dia pun mencontohkan harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan) berat 5 kilogram (kg) dijual dengan harga Rp 58 ribu atau Rp 11.600 per kg, Gula Pasir Maniskita 1 kg dijual Rp 17.500, Minyak Goreng Kita 1 liter dijual Rp 16.000 dan Beras Setra Ramos 5 kg dijual Rp 72.500. (*)
Kumpulan Artikel Gianyar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.