Tips Kesehatan

Selama 23 Tahun Jadi Korban NPD, Kartika Soeminar Speak Up Lewat Kampanye Broken But Unbroken

Pengusaha kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini perlahan bangkit menata mental dan kesehatan batinnya. 

tribun bali/ni luh putu Wahyuni Sari
Psikolog Kepeminatan Klinis, Dra. Retno IG Kusuma, M.Kes dan Kartika Soeminar selaku korban dari NPD - Selama 23 Tahun Jadi Korban NPD, Kartika Soeminar Speak Up Lewat Kampanye Broken But Unbroken 

"Penting untuk menerapkan pola asuh dan membangun kesadaran kepada anak agar kemudian tidak berkembang gejalanya. Jika orang tuanya tidak sanggup, maka butuh bantuan professional seperti psikolog atau psikiater agar anak sadar bahwa ada yang tidak beres," ungkap Retno, Sabtu 28 September 2024. 

Menurut Retno, kekerasan psikologis yang dilakukan seorang NPD akan meninggalkan masalah bagi korban, sehingga sang korban selalu merasa bersalah padahal tidak pernah melakukan apapun. 

Selain itu, korban merasa harus bertanggung jawab dan tidak berhak untuk bahagia.

Oleh karena itu, Retno menguraikan beberapa cara yang bisa diterapkan agar well-being kita tetap terjaga walaupun hidup berdampingan dengan NPD. 

Di antaranya membangun kesadaran, di mana korban harus mempunyai kesadaran yang tinggi, karena biasanya setelah penderita NPD memberikan perlakuan abussive secara mental maupun fisik, setelah itu akan ada masa-masa honeymoon, di mana korban akan disayangi oleh penderita NPD. 

“Korban akan merasa bahwa pasangan NPD ini baik dan sayang kepadanya. Dinamika seperti ini yang membuat korban sulit lepas dari penderita NPD,” imbuhnya. 

Memiliki support dari lingkungan sosial, juga memiliki komunitas dan dukungan sosial yang positif akan sangat membantu. 

Apalagi kalau bisa berdaya secara finansial, dan lingkungan sosial yang positif maka korban kadang merasa tidak peduli lagi apa yang dilakukan oleh pasangan NPD. 

Kita semua berhak untuk memiliki hidup yang berkualitas dan baik.

Melakukan terapi pemulihan, psikoterapi yang dilakukan psikolog membantu untuk membuat korban sadar. 

Berbagai metode lainnya seperti CBT (Cognitive Behavior Therapy), hypnoterapi, self-healing, family therapy dan lain-lain sesuai dengan kondisi yang bersangkutan.

Berkonsultasi dengan psikolog, pendampingan antara profesional (psikolog/psikiater) maupun komunitas sangat disarankan. 

Tenaga profesional bisa melihat apakah ada gejala psikis yang bisa membuat korban menjadi semakin buruk. 

Sementara itu, Kartika Soeminar selaku korban dari NPD juga memaparkan bagaimana ciri-ciri dari orang yang mengidap NPD. 

Seperti contohnya sebelum menjadi pasangan biasanya NPD akan melakukan love bombing atau tindakan manipulatif berupa kasih sayang yang berlebihan yang diberikan oleh seseorang kepada pasangannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved