Berita Gianyar

Jelang Hari Raya Kuningan, Harga Sarana Upakara Turun, Simak Beritanya

Hari Raya Kuningan jatuh pada Sabtu (5/10). Menjelang hari raya harga kembang upakara justru mengalami penurunan.

Dok. Tribun Bali
PANEN – Seorang warga Gianyar memanen bunga gumitir untuk keperluan hari raya Galungan dan Kuningan. 

TRIBUN-BALI.COM  - Hari Raya Kuningan jatuh pada Sabtu (5/10). Menjelang hari raya harga kembang upakara justru mengalami penurunan.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar, per 1 Oktober 2024, harga bunga gumitir Rp 36 ribu per kilogram (Kg), namun pada 2 Oktober 2024 mengalami penurunan menjadi Rp 35 ribu per Kg. 

Penurunan harga juga terjadi pada jenis bunga pecah seribu. Pada 1 Oktober dijual seharga Rp 22 ribu per Kg, sehari setelahnya turun menjadi Rp 20 ribu per Kg. 

Sementara komoditas yang mengalami kenaikan, di antaranya harga beras. Beras lokal yang Harga Eceran Tertinggi (HET)-nya Rp 12.500 per Kg kini di pasar dijual seharga Rp 14 ribu per Kg. 

Baca juga: Pendapatan Daerah Dirancang Rp2,71 T, DPRD Kota Denpasar Rapat Paripurna, Bahas Perda APBD TA 2025

Baca juga: Progres Jembatan Tukad Badung Desa Pemogan Capai 28,6 Persen

Beras premium I yang HET-nya Rp 14.900 per Kg dijual dari Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per Kg, bergantung merek. Beras premium II yang HET-nya ditetapkan Rp 14.900 per Kg kini dijual Rp 15 ribu per Kg.

Kenaikan harga juga masih terjadi pada gula pasir. HET harga gula pasir Rp 13.500 per Kg dijual Rp 16.500 per Kg. Sementara untuk harga cabai merah segar, HET ditetapkan Rp 20 ribu per Kg kini seharga Rp 40 ribu per Kg. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Gede Eka Suary, Kamis (3/10) mengatakan, terkait turunnya harga dua sarana upakara itu, tak terlepas pengaruh cuaca. 

Di mana saat ini cuaca relatif panas yang baik untuk pemekaran dua jenis bunga ini. Rata-rata masyarakat di Kabupaten Gianyar, gemar menanam bunga gumitir karena tak membutuhkan lahan luas, sehingga bisa memanen hasil tanam sendiri.

Selain itu, tak seperti Hari Raya Galungan, kebutuhan sesajen saat Kuningan relatif lebih sedikit. Hal ini juga mempengaruhi harganya. 

“Kenaikan harga ini sangat bergantung dengan kebutuhan. Karena itu, kami mengimbau agar masyarakat gemar menanam komoditas yang menjadi kebutuhan tinggi guna menjaga harga tetap stabil,” ujarnya. (weg)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved