Politik Nasional
Dana Adat Prioritas Parta, Sudirta Soroti Bule Nakal,9 DPR RI & 4 DPD Dapil Bali Dilantik di Jakarta
Setelah dilantik menjadi anggota DPR RI untuk periode yang kedua, Parta menegaskan tetap akan memperjuangkan aspirasi Bali di pusat.
TRIBUN-BALI.COM - Sebanyak 580 anggota DPR RI dan 152 anggota DPD RI periode 2024-2029 resmi dilantik di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10). Dari jumlah tersebut, 13 berasal dari Bali. Rinciannya sembilan DPR RI dan empat DPD RI.
PDI Perjuangan masih mengirim perwakilan terbanyak. Di kursi DPR RI yang lolos ke Senayan ada nama Nyoman Parta, IGN Alit Kesuma Kelakan, Wayan Sudirta, Nyoman Adi Wiryatama, dan Ketut Kariyasa Adnyana.
Dari Golkar ada Gede Sumarjaya Linggih alias Demer. Lalu dari Gerindra ada I Dewa Gde Agung Widiarsana. Dari Demokrat ada Ni Putu Tutik Kusumawardhani dan dari NasDem ada nama I Nengah Senantara.
Sedangkan tiga dari empat anggota DPD RI Dapil Bali yang dilantik adalah pendatang baru. Yakni Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik dan I Komang Merta Jiwa. Hanya satu nama yang petahana yakni I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK.
Baca juga: Tak Semua PLTU Bisa Terapkan Carbon Capture and Storage, Simak Alasannya!
Baca juga: PERAS Investor, Bendesa Berawa Divonis 4 Tahun Penjara, Kajati Bali: Pelajaran Bagi Aparatur Desa

Nyoman Parta terpilih menjadi anggota DPR RI Dapil Bali dengan raihan suara tertinggi mencapai 281.688 suara. Dengan raihan suara tersebut, ia bertengger di urutan ketujuh peraih suara terbanyak DPR RI di seluruh Indonesia.
Setelah dilantik menjadi anggota DPR RI untuk periode yang kedua, Parta menegaskan tetap akan memperjuangkan aspirasi Bali di pusat. Salah satu aspirasi yang akan diperjuangkan yakni terkait realisasi dana untuk desa adat dan subak.
Ini sesuai dengan apa yang telah diatur dalam Undang-Undang Provinsi Bali. “Memperjuangkan realisasinya dana untuk desa adat dan subak sesuai dengan yang telah diatur dalam Undang-Undang Provinsi Bali,” kata Parta kepada Tribun Bali.
Selain memperjuangkan dana desa, pria asal Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar ini juga akan memperjuangkan kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pelaku UMKM. “Juga memperjuangkan kuota KUR untuk UMKM,” kata Parta.
Tak hanya dua hal tersebut, ia juga akan berjuang untuk mengurangi ketergantungan impor pangan. Parta mengaku siap ditempatkan di komisi mana saja. Baginya, semua komisi sama saja, tergantung dari pribadi masing-masing. “Untuk komisi, dimana saja sama, tergantung kitanya,” tandasnyanya.
Sementara itu, I Wayan Sudirta berhasil menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029 setelah meraih suara sebanyak 169.776 pada Pileg 2024. Sudirta menyoroti tiga masalah yang menonjol. Pertama terkait Imigrasi, kedua narkoba dan ketiga judi online. "Jadi tiga masalah itu yang menonjol, ada Imigrasi, narkoba, dan judi online,” katanya.
Terkait dengan imigrasi, ia menyoroti keberadaan wisatawan asing di Bali yang semakin menunjukkan citra buruk. Kata Sudirta, banyak turis asing yang menyalahgunakan visa kunjungan untuk bekerja, mengambil pekerjaan pribumi dari menanam mete hingga memelihara babi.
Juga ada bule yang membangun vila, menjadi pengusaha hotel dengan izin yang dipertanyakan. “Masalah imigrasi paling menonjol berkaitan dengan tamu asing, terkesan Imigrasi kurang maksimal, kurang tegas, mungkin sudah bekerja," kata dia.
"Namun yang ingin diketahui masyarakat, sudah berapa pelanggaran yang ditindak, berapa pelanggaran sebenarnya yang belum ditindak. Seberapa jauh imigrasi punya personel dan jaringan memonitor setiap tamu datang, apa dia melancong, apakah yang bekerja sudah sesuai dengan aturan, itu yang banyak dipertanyakan,” sambungnya.
Saat duduk di Komisi III DPR RI pada periode 2019-2024 dan saat kunjungan kerja ke Bali, ia mengaku terus mengangkat isu ini. Meski sudah ada kemajuan, namun belum maksimal atau belum sesuai dengan harapan. “Kedepan mudah-mudahan ada terobosan terbaik,” katanya.
Ia mengingatkan, kalau wisatawan asing terus merampas pekerjaan pribumi, ia khawatir lama-lama penduduk Bali resistensi dengan kedatangan tamu. Kedatangan wisatawan pada suatu titik akan dianggap mengancam. Sudirta menyontohkan wisatawan asing banyak yang menangani ekspor kerajinan dengan jaringannya yang lebih luas ketimbang warga lokal.
“Lama-lama karena merasa mengancam pekerjaan mereka. Kami khawatir ada resistensi terhadap kedatangan tamu. Ini mengancam pariwisata kalau ada gejala tidak menyukai tamu karena merampas pekerjaan yang dia punya seperti pertanian, kerajinan,” papar dia.
Terkait dengan masalah narkoba, Sudirta janji memperjuangkan agar pemakai narkoba direhabilitasi. Sedangkan yang dihukum berat adalah pengedar dan cukong atau bandar narkoba tersebut.
“Namun kenyataannya cukong jarang ketangkep, yang banyak ditangkap adalah pengguna, pemakai, dan mereka dihukum. Penjara jadi penuh, dan menimbulkan masalah baru. Jadi imigrasi dan narkoba hal yang menonjol dan harus ditangani. Tidak boleh ada toleransi terhadap aparat yang menyalahgunakan jabatan di bidang itu,” tegasnya.
Sudirta mengaku belum tahu komisi berapa yang akan didapatnya. Meskipun begitu, pihaknya mengaku siap ditempatkan di komisi berapapun. “Ini kan baru pelantikan. Nanti akan ada pembagian tugas dan pembidangan. Kita tidak bisa memilih, harus siap,” katanya.
Tak Kalah oleh Tambang
Sementara itu, Rai Mantra yang menjadi peraih suara tertinggi pada pemilihan DPD RI perwakilan Bali dengan perolehan 494.698 mengaku memberi atensi pada budaya. Kata dia, budaya adalah aset. Wali Kota Denpasar periode 2008-2021 mengatakan, budaya adalah bagian dari sumber daya. Bagi dia, budaya tak kalah dari pertambangan.
“Harapannya tentu dapat berbuat banyak hal baik untuk daerah pemilihan. Kami ingin budaya dapat dipandang sebagai sebuah modal atau aset. Budaya juga bagian dari sumber daya sama halnya seperti pertambangan,” kata Rai Mantra kepada Tribun Bali.
Kata dia, budaya merupakan investasi yang berkualitas yang dapat memperkaya kebudayaan itu sendiri. Ada proses pendalaman dari potensi yang ada. “Budaya ini nanti akan ada kaitannya dengan pendidikan, sosial, ekonomi,” tuturnya.
Dalam keberhasilannya terjun ke politik lagi, Rai Mantra menilai dukungan keluarga sangat penting saat menjalankan tugas sebagai anggota DPD. “Jadi kehadiran keluarga pada momen pelantikan menjadikan suntikan dan daya pacu dalam menjalan tugas-tugas, kerja-kerja sebagai DPD. Support keluarga sangat penting, untuk mendongkrak semangat,” paparnya.
Rai Mantra mengalahkan pesaingnya yakni Arya Wedakarna yang meraih 378.300 suara. Sebelumnya AWK merupakan peraih suara terbanyak. Posisi ketiga ditempati oleh Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik dengan 377.152 suara. Posisi keempat adalah I Komang Merta Jiwa yang meraih 363.440 suara. (sup)
Teriakan Uhuy Bersahutan
Ada momen unik saat pelantikan DPD RI. Teriakan 'uhuy' menggema di ruangan sidang paripurna Gedung Kura-kura. Teriakan uhuy bermula saat layar di dalam sidang paripurna pelantikan menampilkan Alfiansyah Bustami alias Komeng yang duduk di ruangan mengenakan jas hitam dan dasi merah. Sejumlah anggota dewan pun spontan meneriakkan uhuy.
Para anggota dewan itu juga tampak saling bersahutan meneriakkan uhuy. Komeng yang mendengar teriakkan uhuy yang saling bersahutan itu pun tersenyum tipis sambil melihat anggota dewan yang berteriak. Komeng menjadi salah satu dari 152 anggota DPD RI yang telah resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan.
Komeng memang menjadi salah satu daya tarik saat pelantikan. Sejumlah fans pun turut mendatangi pelantikan senator asal Jawa Barat tersebut. Para pendukung Komeng itu datang memakai batik dan tanpa memakai atribut apapun. Setelah acara pelantikan usai, mereka berebut untuk bisa mengabadikan momen foto bersama.
Tak hanya itu, sejumlah ajudan maupun keluarga anggota DPR/DPD/MPR RI turut ikut berdesakan berebut foto dan bersalaman Komeng. Banyak pendukung yang tersungkur lantaran saling dorong berebut foto. Melihat insiden itu, Komeng melontarkan celotehan. Ia meminta para pendukungnya untuk tidak saling dorong. "Eh jangan dorong-dorong emangnya gue mobil mogok," kata Komeng.
Komeng mengaku ingin berada di komisi III DPD RI yang membidangi seni dan budaya. Ia meminta nantinya ada hari komedi di Indonesia. "Komite III seni budaya. Hari musik ada hari film ada hari komedi belum ada," pungkasnya.
Komeng mencetak rekor menjadi caleg DPD yang meraih suara terbanyak, yakni 5,3 juta suara. Tidak hanya mengalahkan 52 caleg DPD Dapil Jabar lainnya, perolehan suara Komeng bahkan mengalahkan raihan suara capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Jawa Barat dengan raihan 2.820.995 suara. (tribun network)
Jokowi Beri 2 Jempol untuk Prabowo, Presiden Sempat Batuk Saat Pidato APBN 2026 |
![]() |
---|
HASTO Peluk Cium Istri Usai Vonis 3,5 Tahun, Terbukti Sediakan Rp 400 Juta untuk Suap Komisioner KPU |
![]() |
---|
JOKOWI Dicecar 22 Pertanyaan, Diperiksa 1 Jam Terkait Kasus Ijazah Palsu |
![]() |
---|
MEGAWATI Ingatkan Kepala Daerah Kader PDIP, Waspada Terjerat Kasus Hukum, Koster-Giri Go to Jakarta |
![]() |
---|
TITAH Megawati, Kepala Daerah PDIP Ikuti Retreat Gelombang II, Koster & 8 Bupati/Walikota dari Bali |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.