Berita Jembrana
BAU BUSUK! Penyu Lekang Ditemukan Mati, KKP Kurma Asih Perancak Serukan Stop Perburuan Liar
Satwa dilindungi yang disebutkan sudah berusia puluhan tahun ini ditemukan terdampar dan sudah mengeluarkan bau busuk.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih Perancak kembali menemukan bangkai penyu lekang di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Selasa (8/10).
Satwa dilindungi yang disebutkan sudah berusia puluhan tahun ini ditemukan terdampar dan sudah mengeluarkan bau busuk. Penyu tersebut lantas dievakuasi dan dikubur di kawasan satwa tersebut ditemukan.
Koordinator KPP Kurma Asih Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya menurutkan, penyu jenis lekang atau dalam bahasa latinnya bernama lepidochelys olivacea tersebut ditemukan dalam kondisi mati dan terdampar di pesisir Pantai Perancak. Bahkan saat ditemukan, kondisi penyu tersebut sudah mulai mengeluarkan aroma busuk.
Baca juga: Pohon Setinggi 15 Meter Roboh, Timpa Rumah Suwenten di Melaya Jembrana
Baca juga: Polisi Bekuk KF di Kamar Kosnya, DPO 6 Bulan Kasus Narkoba di Buleleng

“Kondisinya sudah membengkak saat ditemukan. Namun kita tidak menemukan tanda-tanda luka pada tubuh penyu,” ungkap Anom, Selasa (8/10).
Dia menyebutkan, pasca ditemukan penyu tersebut kemudian diidentifikasi dan diketahui ukuran karapas panjang 60 cm dan lebar 58 cm dengan usia sekitar 50 tahun. Sementara satwa dilindungi tersebut adalah betina.
Disinggung mengenai penyebab dari kematian penyu lekang tersebut, Anom mengakui belum diketahui pasti penyebab kematiannya karena tidak dilakukan nekropsi. Mengingat kondisinya sudah bengkak dan mengeluarkan bau busuk.
Namun, ada beberapa dugaan penyebab penyu tersebut mati yakni mulai dari kemungkinan terjerat alat tangkap, polusi laut hingga kemungkinan ada penyakit.
Bahkan, kata dia, temuan penyu terdampar ini adalah yang kedua kalinya. Ia merasa sangat menyayangkan temuan tersebut karena usia penyu tersebut sedang masa produktif untuk berkembang biak lebih banyak.
“Ini sudah temuan yang kedua kalinya. Ini harus menjadi perhatian yang serius oleh semua pihak. Kami minta dan tegaskan agar masyarakat bersama-sama untuk menjaga kelestarian penyu lekang ini. Salah satunya dengan cara stop perburuan liar,” tegasnya. (mpa)
BENDERA Peringatan Rawan Berenang Dipasang di Teluk Gilimanuk, Imbauan Keselamatan Beraktivitas |
![]() |
---|
KEPALA Nengah Terbentur Keras di Jalur Tengkorak Jembrana, Aspal Penuh Bercak Merah |
![]() |
---|
Lima Rumah Warga Jembrana Diterjang Gelombang Tinggi, Dua KK Mengungsi |
![]() |
---|
50 Orang Jadi Korban, Sayu Putu Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rp 1,5 Miliar Lebih |
![]() |
---|
Antrian Mengular hingga Masjid Gilimanuk, Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Hampir 2 Jam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.