Berita Jembrana

WBP Rutan Negara Olah Plastik Jadi Paving Blok, Rencana Olah Sampah di Lingkungan Terdekat

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Negara, di Jembrana memproduksi paving b;ok berbahan dasar sampah plastik.

ISTIMEWA
Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Negara di Jembrana, saat berproses memproduksi paving block berbahan dasar sampah plastik, Kamis 10 Oktober 2024 kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM  - Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Negara, di Jembrana memproduksi paving b;ok berbahan dasar sampah plastik.

Langkah kreatif dan inovatif ini, bertujuan memberikan peningkatan skill kepada WBP, menjaga lingkungan dari pencemaran sampah plastik, serta membantu upaya pemerintah dalam mengelola sampah plastik.

Meskipun baru memulai, langkah Rutan Negara ini patut diapresiasi. Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Negara, I Nyoman Tulus Sedeng menuturkan, ide awal pembuatan paving blok berbahan sampah plastik tersebut muncul dari koordinasi dengan rekan di Lapas Malang, Jawa Timur.

Dari sana, pihaknya mulai merancang cara untuk memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

Baca juga: Uji Publik Pilgub Bali 2024 di Unud, Alit Kelakan: Koster-Giri Sudah Terlatih, Terbukti  dan Teruji

Baca juga: Perawat Tenaga Kontrak Provinsi Tidak Bisa Daftar PPPK 

Ketika mantap dengan segala teori, yang diperoleh serta keinginan untuk membantu mengolah sampah plastik jadi bahan yang berguna dan bernilai ekonomis, pihaknya lantas mengajak sebagain WBP untuk menggarap projek pembuatan paving block tersebut. Sementara proses produksinya hampir sama dengan di tempat lainnya.

"Tapi tujuan utama kami adalah ingin sekali paling tidak mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA. Kami ingin agar sampah-sampah ini baik organik maupun non organik bisa dimanfaatkan," kata Tulus saat dikonfirmasi, Jumat 11 Oktober 2024.

Di tahap awal, kata dia, pihaknya melibatkan 3 orang WBP untuk proses pengerjaan paving blok tersebut. Bahannya dikumpulkan dari sampah plastik yang ada di sekitar Rutan Negara.

Meskipun baru di lingkungannya, seiring berjalannya waktu ia optimistis bakal bisa menyerap sampah dari luar lingkungan. Minimal dari pihak lingkungan, kelurahan atau desa terdekat. 

"Di tahap awal ini, hasil produksi belum banyak karena sampah plastik yang diperlukan untuk pembuatan satu buah paving blok lumayan banyak. Tentunya ke depan akan terus dikembangkan," tuturnya. 

Nyoman Tulus melanjutkan, selain sampah plastik, Rutan Negara juga telah mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk.

Bahkan pihaknya juga sudah menyiapkan teba atau sumur, untuk menampung segala jenis sampah organik tersebut sebelum diolah menjadi pupuk. 

"Harapannya kami bisa memberikan kontribusi positif pada lingkungan dan mengurangi dampak sampah plastik dimulai dari Rutan Negara," harapnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved