Sulinggih Diusik Kembang Api

KRONOLOGI LENGKAP Pesta Kembang Api di Pantai Berawa Saat Umat Hindu Melakukan Upacara

KRONOLOGI LENGKAP Pesta Kembang Api di Pantai Berawa Saat Umat Hindu Melakukan Upacara

|
istimewa
KRONOLOGI LENGKAP Pesta Kembang Api di Pantai Berawa Saat Umat Hindu Melakukan Upacara 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Video yang memperlihatkan persembahyangan umat Hindu di Pantai Berawa, Desa Tibubeneng Badung menjadi perhatian publik khususnya masyarakat Bali. 

Pasalnya saat yang sama juga ada pesta kembang api tepat di sebelah upacara agama yang dilaksanakan umat Hindu itu.

Mirisnya lagi sejumlah umat Hindu yang melakukan upacara agama sampai terkejut dan ada yang memperlihatkan ekspresi takut karena adanya kembang api yang diluncurkan dari pantai. 

Baca juga: Belum Ada Orang Bali Dipanggil Jadi Menteri Prabowo, Bagaimana Pendapat Semeton?

Video dengan durasi 01.08 detik memperlihatkan seorang Pendeta sedang memimpin persembahyangan dan sejumlah orang sedang melakukan persiapan.

Tidak lama, kembang api pun diluncurkan dan terdengar suara musik yang keras serta teriakan-teriakan yang diduga berasal dari salah satu beach club yang ada di sekitar lokasi.

Menurut informasi yang digali ternyata momen itu terjadi Pantai Berawa pada Senin 14 Oktober 2024 malam.

Baca juga: TERUNGKAP, Ini Penyebab Cuaca di Bali Terasa Lebih Panas, Capai 32 Derajat Celcius

Namun belum diketahui persembahyangan apa yang dilakukan umat Hindu di Pantai Berawa saat itu.

Kelian Adat Berawa I Wayan Kumarayasa saat dikonfirmasi Selasa 15 Oktober 2024 tidak menampik pesta kembang api tersebut.

Pihaknya mengaku video yang ramai di media sosial itu memang terjadi di Pantai Berawa.

“Iya kejadiannya kemarin malam itu. Namun saya tidak tau pasti, umat Hindu melaksanakan persembahyangan apa, karena saya kemarin malam tidak dirumah,” ujar Kumarayasa.

Terkait dengan kembang api yang diluncurkan, kata Kumarayasa tidak ada laporan ke pihak Desa Adat.

Bahkan pihaknya sendiri tidak pernah mengeluarkan izin terkait pesta kembang api itu.

“Kami di Banjar adat, maupun di Desa Adat tidak ada mengeluarkan izin mengenai peluncuran kembang api itu.

Namun yang pasti itu peluncuran kembang api dilakukan pihak Finns Beach Club yang ada di Pantai Berawa,” ucapnya.

Untuk kejadian itu, pihaknya di Desa Adat sangat menyayangkan sekali.

Hanya saja tidak bisa berbuat banyak, mengingat meski dilarang, namun izin peluncuran kembang api selalu keluar.

“Coba konfirmasi ke pihak Finns Beach Club biar tau apa itu berizin atau tidak. Yang jelas kami menyayangkan dan tidak ada memberikan izin untuk meluncurkan kembang api,” imbuhnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved