Kebakaran di Bali

TRAGEDI Kebakaran Rumah Semi Permanen Wayan Sukayasa di Denpasar, Korban 77  Orang & 4 Luka-luka

Nova yang kamarnya ada di lantai satu langsung berlari dengan istrinya menyelamatkan diri dengan membawa barang seadanya.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
PUING BANGUNAN - Sisa puing bangunan rumah semi permanen yang terbakar di Jalan Pura Banyu Kuning, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Selasa (15/10) 

TRIBUN-BALI.COM  - Nova dan Amel termangu menatap kosnya. Belum genap sebulan menyewa, mereka kehilangan harta bendanya. Kebakaran besar menghanguskan bangunan dan gudang di Jalan Pura Banyu Kuning, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Selasa (15/10).
 
Nova adalah satu di antara 76 penghuni bangunan semi permanen di seluas 30 are milik Wayan Sukayasa itu. Pukul 01.30 Wita atau saat kejadian, ia sedang terlelap tidur bersama istrinya. Tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki berlarian. Ia bangun dan melihat api besar.

Nova yang kamarnya ada di lantai satu langsung berlari dengan istrinya menyelamatkan diri dengan membawa barang seadanya. Nova bahkan sempat kebingungan mencari arah keluar ke tempat yang aman di tengah situasi kepanikan itu.

Baca juga: KASUS Kembang Api di Tengah Upacara Hindu, Polda Bali Sebut Ada Izin, Manajemen Tak Tahu Ada Upacara

Baca juga: AKSI Heroik 20 Pemandu Selamatkan WNA Saat Terkepung Api Kebakaran Hutan Gunung Agung

KORBAN KEBAKARAN - Petugas memberi perawatan kepada korban kebakaran di Jalan Pura Banyu Kuning, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Selasa (15/10)
KORBAN KEBAKARAN - Petugas memberi perawatan kepada korban kebakaran di Jalan Pura Banyu Kuning, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Selasa (15/10) (Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro)

"Saya kos di sini belum satu bulan, jadi ini areanya ada kos dua lantai dan ada gudang rongsokan lalu ada tempat-tempat usaha lain juga. Kami kalang kabut, panik api sudah besar, kami bingung lewat mana, saya tinggal di bawah ujung, kalau sudah ketutup mungkin kasmi tidak selamat," kata Nova.

Tercatat ada empat korban luka dalam peristiwa kebakaran ini. Para korban yang mendapatkan penanganan medis yakni Heri (42) yang terkena sambaran api di tangan kirinya. Kemudian Liana (20) mengalami luka lecet pada kedua kaki kanan dan kiri.

Sufandi (48) sesak napas karena menghirup terlalu banyak asap. Ia dirujuk ke Rumah Sakit Balimed. Terakhir Elzalia Cici Nur Hayati (40) mengeluh nyeri pada bahu kiri, bengkak kaki kanan, dan lebam pada mata kiri. Ia juga dirujuk ke Balimed.

Nova mengatakan, sebagian besar harta bendanya ludes dan yang tersisa hanya pakaian yang saat itu ia kenakan. Ia bersyukur bisa menyelamatkan handphone, dompet dan surat berharga. Sepeda motor yang menemaninya kerja sehari-hari hangus tak tersisa.

"Saya tidak tahu harus bagaimana, kebetulan saya orang baru yang tinggal di sini, kalau bantuan-bantuan saya juga belum tahu, apakah orang dari luar kota dan baru tinggal di sini juga bisa mendapat bantuan dan seperti apa caranya," kata Nova perantau asal Jakarta itu.

Nova menyewa kos tersebut per bulan seharga Rp 420 ribu. Sehari-harinya ia kerja sebagai operator alat berat. Sedangkan istri tidak bekerja, hanya ibu rumah tangga. "Sepeda motor yang terbakar ini saya beli Rp 3 juta, belum ada sebulan beli dan saya perbaiki pelan-pelan supaya enak dinaikin," kata dia.

Karena tidak memiliki kerabat di Bali, ia kini tengah mencoba meminta bantuan untuk mencari tinggal sementara di tempat ia bekerja. Ia mengaku juga hanya bisa mengandalkan pinjaman-pinjaman untuk membangun hidup jika tidak mendapatkan bantuan pemerintah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana mengatakan objek yang terbakar adalah gudang rongsokan sekaligus tempat tinggal semi permanen. Api tak sampai merembet ke bangunan lain.

Mengenai penyebab kebakaran, Tirana mengatakan, api bersumber dari sebuah dapur warga yang tinggal di hunian semi permanen tersebut. "Informasinya api berawal dari salah satu dapur warga yang tinggal di sana," jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengatakan, dalam musibah kebakaran ini, terdapat 77 orang yang terdampak. Sementara para korban mengungsi di tempat para kerabat. "Ada 77 orang, terdiri dari dewasa, balita dan anak-anak," jelas Laxmy .

Kebutuhan yang mendesak saat ini yakni makanan, seragam sekolah, perlengkapan belajar, pakaian bekas dan alat kebersihan. Rata-rata korban warga Jawa Timur, seperti Pasuruan, Probolinggo, Bondowoso, Jember, Madura, Surabaya, Blitar, Lumajang, Banyuwangi, Malang dan Situbondo. Mereka kebanyak jadi pemulung. (ian)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved