Berita Denpasar

Informasi Anggur Muscat Berbahaya Dinilai Rugikan Pedagang di Denpasar

Informasi Anggur Muscat Berbahaya Dinilai Rugikan Pedagang di Denpasar

istimewa
Informasi Anggur Muscat Berbahaya Dinilai Rugikan Pedagang di Denpasar 

 

 


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Penjual buah di Pasar Badung Denpasar resah dan meminta kepada pemerintah agar segera melakukan uji laboratorium pada anggur muscat untuk pastikan kandungan kadar pestisida.

Seperti yang sedang ramai diberitakan, Pemerintah Thailand mengumumkan anggur Muscat di negara tersebut mengandung residu kimia atau pestisida di atas ambang aman. 

Salah satu pedagang di Pasar Badung, Kota Denpasar bernama Kadek Budiyasa menilai informasi yang belum teruji tentang ambang batas pestisida pada anggur Shine Muscat dapat membuat penjual buah merugi. Hal ini lantaran konsumen tak mau lagi membeli anggur Muscat karena dinilai tak aman untuk dikonsumsi. 

Baca juga: Balita 4 Tahun Dianiaya Ayah Tiri dan Ibu Kandung di Sempidi Badung Hingga Kaki Patah

"Ya semoga saja pemerintah cek dan meluruskan informasi benar atau enggak, ini aman dikonsumsi. Kalau enggak jelas pasti pedagang rugi, jualan enggak laku," kata, Budiyasa pada, Rabu 30 Oktober 2024. 

Budiyasa mengaku belum mengetahui informasi tentang anggur Muscat memiliki kandungan pestisida berlebihan. 

"Saya baru dengar makanya pemerintah harus cepat umumkan biar kita enggak stok atau jual lagi ke depan. Kalau beli enggak laku, uangnya enggak mutar, kita rugi," imbuhnya. 

Baca juga: Ratusan Ribu Surat Suara Tiba di Klungkung, Pelipatan Akan Libatkan Warga Lokal

Diakui Budiyasa, anggur Muschat ini memang menjadi salah satu buah populer yang dicari konsumen. Sebab buah anggur Muscat manis, tidak memiliki biji dan memiliki banyak daging dibandingkan anggur lainnya. Budiyasa mampu menjual 20 kilogram anggur Muscat dalam satu hari. Dia menjual Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram. Budiyasa membeli buah anggur Muscat ini dari supllier buah impor di Denpasar.

 


"Kalau tulisan di packingnya impor dari China," tambahnya. 

 


Sementara itu, penjual buah di Jalan Tukad Yeh Aya, Kota Denpasar, Bali, bernama Yatno (36) mengaku baru menjual buah anggur Muscat dalam dua bulan belakangan. Yatno juga tidak tahu bila anggur Muscat dikabarkan memiliki kandung pestisida berlebihan. 

 


Yatno setiap hari mampu menjual 10 pack anggur Muscat. Harga anggur Muscat 1 pack senilai Rp 40 ribu. Yatno pasrah menunggu keputusan pemerintah untuk menjual atau tidak buah anggur Muscat ke depan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved