Berita Bali
Waspada Cuaca Buruk di Bali: Pengendara Tabrak Pohon Tumbang, Angin “Ngamuk” di Kebo Iwa Denpasar
Waspada bagi warga Bali khususnya peralihan musim kemarau ke musim hujan pada akhir Oktober 2024 ini.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ady Sucipto
Saat itu, korban hendak pulang dari Ungasan, Badung menuju ke Jember, Jawa Timur.
Sebelum tiba di lokasi, pengendara yang bergerak dari arah timur pandangannya terhalang atau silau terhadap Lampur truk yang datang dari arah berlawanan.
Sehingga korban tidak melihat pohon yang sudah tumbang yang kemudian korban menabrak pohon tersebut di tengah jalan.
"Beruntung korban hanya mengalami luka ringan dan motornya rusak ringan. Disisi lain, peristiwa tersebut juga menyebabkan kemacetan pada arus lalu lintas dari arah timur sepanjang 300 meter," tuturnya.
Pasca kejadian tersebut, kata dia, petugas TRC BPBD Jembrana dibantu polisi serta warga setempat membutuhkan waktu hampir setengah jam untuk penanganan.
Proses evakuasi berjalan lancar dan arus lalulintas kembali normal.
"Kami imbau agar seluruh masyarakat tetap waspada dan hati-hati saat berkendara di tengah cuaca ekstrem. Hindari berkendara saat hujan deras disertai angin kencang serta disarankan untuk tidak berteduh di bawah pohon besar karena bisa saja berpotensi terjadi pohon tumbang," imbaunya.
Baca juga: Cuaca di Bali Akhir Oktober 2024 Mulai Masuki Musim Hujan, Kabupaten Buleleng Masih Alami Kemarau
Belasan Atap Rumah Warga di Denpasar Beterbangan Disapu Angin Kencang Dini Hari Tadi
Sejumlah warga di Jalan Kebo Iwa Gang Danau Tawar III, Umaklungkung, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, Denpasar, Bali dikejutkan dengan atap rumah yang beterbangan, pada Rabu 30 Oktober 2024 dini hari.
Persitiwa atap beterbangan terjadi sekitar pukul 02.00 WITA saat terjadi hujan disertai angin kencang di wilayah Kota Denpasar, salah satunya rumah warga di Banjar Umaklungkung.
Akibat atap beterbangan disapu angin, dan kondisi saat kejadian tengah hujan, barang-barang seperti kasur dan barang lainnya juga turut basah.
"Terjadi atap rumah 11 rumah diterbangkan angin kencang tadi pukul 02.00 WITA, saat hujan juga, rata-rata memang atap dari seng dan asbes," ungkap Koordinator Tagana Denpasar, I Made Tara kepada Tribun Bali.
"Untuk korban terdampak terdiri dari 11 KK, 49 jiwa," imbuhnya.
Tagana Denpasar juga melakukan assesment para korban terdampak untuk bantuan permakanan dan sebagainya.
Dikatakan Made Tara, para penghuni terdapat warga setempat, warga Bali maupun warga pendatang luar Bali.
IESR dan Pemprov Bali Resmikan Empat PLTS di Tiga Desa, Total Kapasitas 15,37 kWp |
![]() |
---|
BERKAS 22 Tersangka Kasus Penganiayaan Prada Lucky Diserahkan ke Oditurat Militer |
![]() |
---|
MEMANAS! Massa Aksi di Polda Bali Tidak Kondusif, Lempari Batu dan Merusak Fasilitas |
![]() |
---|
Di Tengah Wacana Pelarangan Vape di Indonesia, Polda Bali Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba |
![]() |
---|
4 Nyawa Melayang Dalam Gejolak Demonstrasi, Polda Bali Ajak Jaga Kondusifitas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.