Bencana Alam di Bali

Hujan Datang Banjir Menerjang! Puluhan Petugas Menyebar di Titik Bencana, 2 Orang di Gianyar Luka

Titik banjir lain juga ada di Jalan Suradipa dan Jalan Tunjung Tutur, Peguyangan Kaja. Got jebol dan tersumbat sampah.

ISTIMEWA
SETELAH HUJAN - Petugas berjibaku membersihkan gorong-gorong dan menyedot genangan air di beberapa wilayah di Denpasar, Kamis (31/10). Hujan lebat dengan intensitas tinggi memicu banjir, pohon tumbang dan tanah longsor.  

Di Badung, sejumlah ruas jalan dilaporkan jebol setelah hujan mengguyur. Ada juga laporan pohon tumbang dan terjadi banjir di wilayah Badung Selatan. Jalan jebol terjadi di Jalan Raya Lukluk tepatnya dari Jalan Darmasaba-Lukluk. Pihak desa sudah melakukan langkah antisipasi dengan memasang tanda pembatas agar tidak dilalui kendaraan.

Jalan jebol juga terjadi di Jalan Pendet Abiansemal Badung. "Dulu di Jalan Pendet itu sudah pernah jebol. Setelahnya sudah diperbaiki pada waktu itu oleh Pemprov Bali namun kembali jebol," ujar seorang warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika mengaku sudah melakukan pengecekan ke lokasi. "Untuk di Abiansemal itu kewenangan pemerintah provinsi nanti karena itu Jalan Provinsi," ujarnya.

Sedangkan kerusakan di Jalan Raya Lukluk adalah kewenangan Dinas PUPR Badung. Selain jalan jebol, pohon tumbang juga terjadi pasca hujan lebat. Pohon besar tumbang di Jalan Rahayu tepatnya Jalan menuju balai Banjar Petingan, Kelurahan Kerobokan Kaja.

Sedangkan di Jembrana, hujan deras mengakibatkan tanah longsor di Banjar Dangin Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan. Warga yang tinggal di areal sana nyaris terisolasi jika tak dilakukan pembersihan material.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jembrana, I Nyoman Winata mengatakan, tanah longsor tersebut mengakibatkan akses warga menuju wilayah usaha pertanian tertutup. Ada sekitar 10 KK warga yang hampir terisolasi. "Beruntung ada jalur alternatif yang bisa dilalui," .

Kata dia, pihak desa bersama warga akan menggelar gotong royong pembersihan kawasan atau jalur usaha tani. "Penanganannya akan dilakukan gotong royong oleh warga. Penanganan dilakukan secepatnya," tandasnya.

Sedangkan di Gianyar, hujan yang mengguyur menimbulkan bencana pohon tumbang di beberapa wilayah. Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka saat kejadian pohon tumbang di Jalan Raya Pengosekan, Desa Mas, Ubud.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan, pasca hujan lebat pihaknya mendapatkan banyak laporan pohon tumbang. Dua di antaranya yang sudah tertangani adalah peristiwa di Jalan Raya Pengosekan.

"Panjang pohon yang tumbang mencapai 15 meter, menimpa motor dan mobil yang melintas. Beruntung tidak sampai ada korban tewas, hanya luka ringan. Pembersihan dahan pohon yang mengganggu lalu lintas sudah kami tangani kemarin malam," ujar Dibya.

Pohon tumbang yang mengganggu lalu lintas juga terjadi di Tegalalang, tepatnya di Jalan Raya Tirta Tawar. "Untuk pohon tumbang yang tidak mengganggu akses umum kita tangani hari ini. Kami prioritaskan penanganan di lokasi yang mengganggu fasilitas umum," ujar Dibya.

Ia mengatakan, potensi pohon tumbang bisa kembali terjadi. Sebab musim kemarau menyebabkan tanah kering berongga, ketika diguyur hujan, pohon akan menjadi berat dan cengkraman akar pohon tidak kuat sehingga menyebabkan pohon tumbang.

Selain itu, saat ini musim kemarau, banyak batang pohon yang kering. Ketika terkena air, akan mengalami pelapukan, kondisi ini juga menjadi pemicu pohon tumbang.

"Karena hal itu, kami harapkan masyarakat mulai melakukan pemangkasan pepohonan yang berpotensi tumbang, jangan hanya menunggu kejadian baru bergerak. Ini dilakukan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun material," ujar Dibya. (sup/ian/mpa/weg/zae)

sebebnartnt
Pohon tumbang dampak hujan lebat, Rabu 30 Oktober 2024 malam.

Waspada Cuaca Ekstrem!

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved