Bencana Alam di Bali

Hujan Datang Banjir Menerjang! Puluhan Petugas Menyebar di Titik Bencana, 2 Orang di Gianyar Luka

Titik banjir lain juga ada di Jalan Suradipa dan Jalan Tunjung Tutur, Peguyangan Kaja. Got jebol dan tersumbat sampah.

ISTIMEWA
SETELAH HUJAN - Petugas berjibaku membersihkan gorong-gorong dan menyedot genangan air di beberapa wilayah di Denpasar, Kamis (31/10). Hujan lebat dengan intensitas tinggi memicu banjir, pohon tumbang dan tanah longsor.  

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menyampaikan sebagian wilayah Bali mulai memasuki musim hujan. Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Kadek Setiya Wati mengatakan, sebagian lagi akan memasuki musim hujan pada November hingga Desember.

“Secara umum dari 20 zona musim (ZOM) yang ada di Bali sebanyak 10 ZOM telah memasuki awal musim hujan dan 10 ZOM lainnya diprediksi akan mulai masuk awal musim hujan pada November hingga Desember nanti,” ujar Kadek Setiya Wati.

Selain itu, adanya fenomena atmosfer lainnya yang mendukung terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Bali dalam beberapa hari ini. Fenomena atmosfer yang dimaksud antara lain aktifnya gelombang atmosfer (equatorial rossby) yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Bali.

Lalu adanya perlambatan angin di sekitar wilayah Bali yang mendukung pertumbuhan awan konvektif. “Sebagian wilayah Bali sudah masuk awal musim hujan dan sebagian lainnya masih dalam transisi menuju awal musim hujan. Semua wilayah Bali diprediksi akan masuk awal musim hujan pada Desember nanti,” ungkap dia.

Lalu kapan puncak musim hujan di Bali? Setiya Wati mengatakan, puncak musim hujan di Bali terjadi dalam periode Desember, Januari dan Februari. “Kemungkinan pada Januari hingga Februari 2025 nanti akan menjadi puncak musim hujan di Bali,” jelasnya.

Hal yang penting untuk diwaspadai oleh masyarakat adalah meningkatnya potensi untuk terjadi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir atau kilat serta angin puting beliung.

“Waspadai juga potensi bencana hidrometeorologis (dampak cuaca ekstrem) yang dapat mengakibatkan dampak seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta dampak kerusakan lainnya,” ucap Setiya Wati. (sup/ian/mpa/weg/zae)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved