Berita Klungkung

Angkutan Siswa Gratis di Klungkung Belum Berkembang, Simak Alasannya!

Tahun 2025 anggaran yang digolontorkan untuk angkutan siswa gratis hampir sama dengan tahun ini, yakni sekitar Rp 4 miliar. 

ISTIMEWA
GRATIS – Para siswa berkumpul di sekitar angkutan siswa gratis di Klungkung kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM - Program angkutan siswa gratis untuk tahun 2025 mendatang, dipastikan belum bisa memperkuas cakupan layanan. 

Keterbatasan anggaran di daerah, membuat program ini masih akan diterapkan hanya di Kecamatan Klungkung. Padahal program ini telah diterapkan sejak tahun 2017, namun belum berkembang. 

“Tidak ada (penambahan cakupan layanan). Masih sama dengan tahun 2024 ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Klungkung, I Gusti Gede Gunarta, Kamis (7/11).

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Para Lansia, Lansia di Desa Pegayaman Ikuti Sekolah, Pertama Kali di Buleleng

Baca juga: Sopir Pikap Tewas di TKP! Kecelakaan Pikap dan Bus Pariwisata di Jalur Tengkorak

GRATIS – Para siswa berkumpul di sekitar angkutan siswa gratis di Klungkung kemarin.
GRATIS – Para siswa berkumpul di sekitar angkutan siswa gratis di Klungkung kemarin. (ISTIMEWA)

Tahun 2025 anggaran yang digolontorkan untuk angkutan siswa gratis hampir sama dengan tahun ini, yakni sekitar Rp 4 miliar. 

Dengan anggaran itu, layanan angkutan siswa gratis masih sebatas melayani antar-jemput siswa di SMP di Kecamatan Klungkung seperti SMP Negeri 1 Semarapura, SMPN 2 Semarapura, SMPN 3 Semarapura, SMPN 4 Semarapura dan MTS Hasanudin. “Jumlah siswa yang diyakani sekitar 1.500 orang,” ujar Gusti Gunarta.

Untuk menambah cakupan layanan, dibutuhkan anggaran lebih dari Rp 16 miliar, agar program ini bisa diterapkan di setiap kecamatan. 

Keterbatasan anggaran membuat program ini belum bisa terlaksana di setiap kecamatan. Padahal program ini sangat dirasakan siswa, orangtua siswa, maupun para sopir angkutan umum. 

Dengan adanya program ini, mencegah siswa SMP yang masih di bawah umur mengendarai kendaraan pribadi ke sekolah. Karena sangat bersiko untuk keamanan.

Dari sisi lain, orang tua siswa tidak lagi meluangkan waktu mengantar jemput anaknya. Sementara para sopir angkutan yang diberdayakan dalam program ini, dapat memiliki penghasilan tetap setiap bulannya dari mengantar jemput siswa. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved