Seni Budaya
KISAH 15 Tapel Pasupati, Puri Kauhan Ubud: Peran Kepemimpinan Lewat Seni Wayang Wong di Pura Desa
Cokorda Alit Artawan, dan Ketut Kodi dari Singapadu berbagi kisah saat pembuatan tapel pasupati milik Puri Kauhan Ubud ini.
Ketut Kodi menyatakan bahwa 15 tapel ini sudah bagus. Sebab pasupati pertama adalah dari seniman yang mengerjakan, memberikan jiwa pada tapel-tapel ini. Barulah secara niskala dengan upakara dan upacara.
"Kami sekaligus langsung melakukan proses yoga sebagai seniman pembuat tapel. Pekerjaan dari duduk lagi sampai siang, belum turun sama sekali, seperti sudah ada proses yoga dan memberikan energi hubungan dengan kayu sampai akhirnya tapel ini jadi," jelasnya.
Kendala yang dirasakan, adalah bagaimana membuat topeng Mredah, Malen sesuai karakter tetapi ada unsur lucunya. Kemudian membuat tapel karakter binatang juga tidak mudah, kadang tidak simetris dan lain sebagainya.
Sementara itu, Cokorda Alit Artawan, menjelaskan bahwa selama proses pembuatan tapel ada saja anjing tetangga yang datang. Anjing itu namanya Nilo, dia selalu hadir dan bahkan mengikuti sampai ke tempat pewarnaan. "Mungkin karena ada pembuatan karakter Sembada (anjing) ini," katanya.
Lalu membuat karakter lembu juga tidak mudah harus ada taksunya. Alhasil 15 tapel pasupati pun jadi, dan dipentaskan di Pura Desa, Desa Pakraman Ubud, saat karya ageng sedang digelar. Dengan membawa 15 penari dan 16 penabuh. (*)
Tapel
Topeng
Wayang Wong
pura desa
Ubud
Puri Kauhan Ubud
Pasupati
tri guna
Ari Dwipayana
Tantri
Nandaka Harana
lembu
Singa
TARI Sakral Sanghyang Dedari Hanya Boleh Gadis Belum Mens yang Menari, Wujud Hadirnya Berkah Dewa |
![]() |
---|
JAGA Warisan Atraksi Agar Tetap Lestari, Peserta Makepung Bupati Cup 2025 Nambah, Ribuan Penonton! |
![]() |
---|
SAKRAL Tari Sanghyang Dedari dari Banjar Behu Nusa Penida, Kini Diperjuangkan Jadi Warisan Dunia! |
![]() |
---|
Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Lan Mapadudusan Agung Merajan Tengah Griya Cucukan Klungkung Bali |
![]() |
---|
SLF 2025 Kembali Hadir, Angkat ‘Buda Kecapi’ sebagai Napas Sastra Kontemporer |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.