Seni Budaya

KISAH 15 Tapel Pasupati, Puri Kauhan Ubud: Peran Kepemimpinan Lewat Seni Wayang Wong di Pura Desa

Cokorda Alit Artawan, dan Ketut Kodi dari Singapadu berbagi kisah saat pembuatan tapel pasupati milik Puri Kauhan Ubud ini. 

ISTIMEWA
MENARI - Tarian topeng dimulai malam hari, di Pura Desa, Desa Pakraman Ubud, Gianyar Bali. Tarian topeng atau tapel ini dipersembahkan oleh Puri Kauhan Ubud, pada 19 November 2024. 

Ketut Kodi menyatakan bahwa 15 tapel ini sudah bagus. Sebab pasupati pertama adalah dari seniman yang mengerjakan, memberikan jiwa pada tapel-tapel ini. Barulah secara niskala dengan upakara dan upacara. 

"Kami sekaligus langsung melakukan proses yoga sebagai seniman pembuat tapel. Pekerjaan dari duduk lagi sampai siang, belum turun sama sekali, seperti sudah ada proses yoga dan memberikan energi hubungan dengan kayu sampai akhirnya tapel ini jadi," jelasnya.

Kendala yang dirasakan, adalah bagaimana membuat topeng Mredah, Malen sesuai karakter tetapi ada unsur lucunya. Kemudian membuat tapel karakter binatang juga tidak mudah, kadang tidak simetris dan lain sebagainya. 

Sementara itu, Cokorda Alit Artawan, menjelaskan bahwa selama proses pembuatan tapel ada saja anjing tetangga yang datang. Anjing itu namanya Nilo, dia selalu hadir dan bahkan mengikuti sampai ke tempat pewarnaan. "Mungkin karena ada pembuatan karakter Sembada (anjing) ini," katanya. 

Lalu membuat karakter lembu juga tidak mudah harus ada taksunya. Alhasil 15 tapel pasupati pun jadi, dan dipentaskan di Pura Desa, Desa Pakraman Ubud, saat karya ageng sedang digelar. Dengan membawa 15 penari dan 16 penabuh. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved