Pilkada Bali 2024

Spanduk Coblos Si Gundul Bakal Dieksekusi? Bertebaran Jelang Pencoblosan Pilgub Bali

Spanduk Coblos Si Gundul Bakal Dieksekusi? Bertebaran Jelang Pencoblosan Pilgub Bali

Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Ketua KPU Bali, Dewa Agung Lidartawan saat memberi keterangan terkait green election 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat ini bertebaran di beberapa wilayah Bali spanduk bertuliskan coblos Si Gundul.

KPU Bali pun telah menerima laporan terkait hal tersebut.

Diduga spanduk tersebut bermuatan kampanye di Pilgub Bali.

Baca juga: Satpol PP Bali Bongkar Spanduk Pilkada, Kini Ada Spanduk Si Gundul, De Gadjah Buka Suara

KPU telah berkoordinasi dengan Bawaslu terkait laporan tersebut.

Apakah spanduk coblos Si Gundul itu termasuk Alat Peraga Kampanye (APK) atau tidak.

"Kalau ndak, kalau memang salah pemasangan, harusnya nggak ke kami. Yang dipasang di tiang listrik, itu mestinya Satpol PP udah langsung, kan pelanggaran Perda, nggak harus nunggu kita," kata Ketua KPU Bali, Dewa Agung Gede Lidartawan.

Baca juga: BTB Sebut Bali Tak Layak Masuk Daftar Destinasi Yang Harus Dihindari di Tahun 2025 

KPU sudah menandatangani surat disposisi dan Divisi Sosdiklih akan berkoordinasi dengan Bawaslu terkait hal itu.

"Bawaslu perintahnya apa, kalau Bawaslu memerintahkan eksekusi, kita akan eksekusi, tidak ada halangan melakukan sepanjang itu sudah dikaji berdasarkan hukum yang ada," paparnya.

"Tapi kalau saya melihat di lapangan, semestinya Satpol PP Kalau itu dipasang di tiang listrik, di pohon, sudah pelanggaran Perda, tidak usah ditunggu KPU dan Bawaslu. Bisa dieksekusi," imbuhnya.

Sementara itu, terkait penutupan kampanye,  KPU Bali akan menggelar doa bersama di Bajra Sandhi Renon.

Sementara untuk masa tenang, begitu masa tenang, 23 malam seharusnya spanduk terkait Pilkada sudah diturunkan oleh tim masing-masing Paslon. 

"Begitu nggak diturunin, tanggal 24 pasukan kita sampai tingkat KPPS sudah akan melakukan pembersihan, nggak ada lagi basa-basi," kata Ketua KPU.

Pihaknya meminta H-1 pencoblosan sudah bersih. 

Sedangkan untuk target partisipasi pemilih 75 persen, pihaknya terus melakukan berbagai upaya.

"Saat simulasi masih ada di kisaran 70an persen. Dorong sedikit lagi, simulasi hampir 70 persen hadir di TPS, kecuali Denpasar yang jeblok hampir di bawah 50 persen. Mungkin karena kesibukan dan lain sebagainya," katanya. 

Pihaknya pun mengaku sudah kumpulkan PPK dan tanggal 22 - 23 KPU meminta mereka terus lakukan sosialisasi baik lewat pertemuan di tingkat banjar dan lain sebagainya dan juga membuat konten kreatif di medsos, untuk mengajak orang datang ke TPS. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved