Pilkada Bali 2024

SPANDUK 'Coblos Si Gundul Bertebaran, Jelang Kedatangan Jokowi ke Bali, Bawaslu Sebut Tak Sesuai!

Tak cukup sampai di situ, Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) juga rencananya akan datang ke Bali, Jumat 22 November 2024, hari ini.

ISTIMEWA
SPANDUK BERTEBARAN - Spanduk bertulisan 'Coblos Si Gundul' bermunculan di Klungkung. KPU dan Bawaslu Bali sedang membahas pastikan ada tidaknya unsur kampanye. 

Terkait spanduk 'Coblos Si Gundul', De Gadjah mengaku tak pernah meminta memasang spanduk itu. Ia sebut spanduk dipasang oleh relawan. "Itu tidak tahu ya, bukan kami yang masang, itu relawan yang masang," katanya usai debat.

De Gadjah menilai spanduk itu tak ada unsur kampanye. Kata dia, tak ada nomor urut dan nama calon. "Itu ada unsur kampanyenya nggak? Kan nggak ada? Ada nama paslon? Nama paslon, nomor urut gak ada, jadi itu kan yang merasa terganggu. Kalau yang masang bukan kami, kami tak ada instruksikan untuk masang," kata dia.

Satpol PP Bali lakukan pembongkaran spanduk-spanduk, yang berkaitan dengan pasangan calon Pilkada dan dipasang di space center yang notabene bukan kawasan ajang politik.
Satpol PP Bali lakukan pembongkaran spanduk-spanduk, yang berkaitan dengan pasangan calon Pilkada dan dipasang di space center yang notabene bukan kawasan ajang politik. (ISTIMEWA)


KPU Ikuti Bawaslu

Sementara itu, KPU Bali tentunya sudah menerima laporan terkait spanduk Coblos Si Gundul yang bertebaran. KPU pun berkoordinasi masih berkoordinasi dengan Bawaslu untuk memastikan kampanye atau tidak.

"Kalau tidak, kalau memang salah pemasangan, harusnya tidak ke kami, yang dipasang di tiang listrik, itu mestinya Pol PP sudah langsung, kan pelanggaran Perda, nggak harus nunggu kita (KPU)," kata Ketua KPU Bali, Dewa Agung Gede Lidartawan.

"Bawaslu perintahnya apa, kalau Bawaslu memerintahkan eksekusi, kami akan eksekusi. Tidak ada halangan melakukan sepanjang itu sudah dikaji berdasarkan hukum yang ada," paparnya.

"Tapi kalau saya melihat di lapangan, semestinya Pol PP Kalau itu dipasang di tiang listrik, di pohon, sudah pelanggaran Perda, tidak usah ditunggu KPU dan Bawaslu. Bisa dieksekusi," demikian imbuhnya.

Setidaknya H-1 pencoblosan, semua APK sudah bersih. Sedangkan untuk penutupan kampanye, kata Lidartawan  akan digelar dengan doa bersama di Bajra Sandhi Renon. "Selain itu, juga akan ada pementasan budaya," jelasnya.

"Sementara untuk masa tenang, begitu masa tenang, 23 malam seharusnya sudah diturunkan oleh tim masing-masing paslon. "Begitu nggak diturunin, tanggal 24 pasukan kami sampai tingkat KPPS sudah akan melakukan pembersihan, nggak ada lagi basa-basi," sambungnya.

KPU menargetkan partisipasi pemilih sebesar 75 persen. Lidartawan mengaku sudah kumpulkan PPK agar tanggal 22-23 terus dilakukan sosialisasi baik lewat pertemuan di tingkat banjar hingga membuat konten di medsos untuk mengajak warga datang ke TPS.

"Saat simulasi masih ada di kisaran 70-an persen. Dorong sedikit lagi, simulasi hampir 70 persen hadir di TPS, kecuali Denpasar yang jeblok hampir di bawah 50 persen. Mungkin karena kesibukan dan lain sebagainya," katanya. (sup/mit)

 

Sterilisasi Kawasan Space Center

Satpol PP Bali membersihkan spanduk-spanduk Pilkada yang dipasang di space center atau kawasan bukan untuk ajang politik. Kasatpol Pol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan pembongkaran dilakukan mulai Kamis kemarin. Ia juga sempat menyampaikan ke partai dan relawan agar dilepas dengan sukarela.

“Pemasangannya tidak kami ketahui dari informasi yang kami dapatkan, ini dipasang oleh relawan jadi karena menyangkut tentang menjaga ketentraman dan ketertiban sesuai dengan zona bahwa zona di area pemerintahan dilarang juga tentu kami akan bongkar. Untuk hari ini kita lakukan pembongkaran terutama di area space center,” kata Dharmadi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved