Berita Buleleng

Siswa Senang, Ibu-ibu PKK Kelabakan Masak, Pemprov Bali Gelar Simulasi Makan Gratis Pertama

Anak-anak di SDN 2 Sumberklampok tampak antusias menyambut program andalan pemerintahan Prabowo-Gibran ini.

TRIBUN BALI/FREDEY MERCURY
MAKAN GRATIS - Suasana simulasi program makan bergizi gratis di beberapa sekolah di Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Senin (25/11). Siswa mengaku senang mendapat makan gratis. 

TRIBUN-BALI.COM  - Buleleng menjadi lokasi pertama pelaksanaan simulasi makan bergizi gratis yang diinisiasi Pemprov Bali. Simulasi ini dipusatkan di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Senin (25/11).

Ada tiga sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan meliputi SD Negeri 1 Sumberklampok, SD Negeri 2 Sumberklampok, dan SMP Negeri Satap 1 Gerokgak. Simulasi dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya dan Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana.

Anak-anak di SDN 2 Sumberklampok tampak antusias menyambut program andalan pemerintahan Prabowo-Gibran ini.

Sebelum menyantap makanan, seorang siswa memimpin doa di depan kelas. Setelah selesai, mereka pun makan dengan lahap.

Baca juga: DJP: Pajak Kembali ke Jadi Makan Gratis! Respon Seruan Frugal Living Kenaikan PPN 12 Persen

Baca juga: PILKADA Bali 2024, Setiap TPS Wajib Ada Video Testimoni, Cegah Kecurangan Jawab Dua Pertanyaan!

Sementara Guru Kelas II, Ketut Agus Budiartana mengatakan, kebanyakan siswa SDN 2 Sumberklampok jarang membawa bekal makanan ke sekolah. Kata Agus, program makan bergizi gratis ini bagus.

Kata dia, makanan yang disajikan sudah terjamin kebersihan dan tanpa bahan pengawet yang berbahaya bagi anak-anak. Namun ia menyarankan, saat program ini resmi diberlakukan, siswa membawa botol minuman sendiri dari rumah.

"Untuk ke depan, anak-anak lebih baik membawa minum dari tumbler sendiri. Karena pada saat pembagian makanan tadi butuh waktu cukup lama. Sebab selain membagi makan dan susu, juga dibagikan air putih," ucapnya.

Simulasi program makan bergizi gratis di tiga sekolah tak terlepas dari peran Tim Penggerak PKK di desa setempat. Sebab dalam simulasi ini, pihak desa melibatkan anggota PKK untuk menyiapkan makanan bagi anak-anak.

Untuk diketahui, menu masakan dalam simulasi program ini terdiri dari nasi putih, sayuran tumis, ayam sisit, telur bacem, tempe, dan sambal. Tak hanya itu, masing-masing siswa juga diberi buah dan susu kemasan.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sumberklampok, Ni Kadek Trantini mengungkapkan persiapan alat dan bahan masakan sudah dilakukan sejak Minggu (24/11). Sedangkan proses memasak dimulai sejak Senin pukul 02.30 Wita.

"Untuk penyiapan masakan seperti menyiapkan bumbu hingga potong sayur, sudah dilakukan sejak kemarin (Minggu). Sedangkan tadi pagi dilanjutkan menyiapkan nasi hingga proses akhir memasak," ucapnya.

Kata Trantini, seluruh proses dari awal hingga akhir dikerjakan oleh 12 anggota TP PKK Sumberklampok. Dia juga menyebut satu menu Makan Bergizi Gratis ini nilainya Rp 17.500. "Kami menyiapkan sebanyak 359 porsi," sebutnya.

Trantini mengaku kelabakan dalam menyiapkan sajian bagi anak-anak. Ia baru mendapat kabar pada H-5 pelaksanaan simulasi. "Tapi Astungkara anak-anak suka dan mereka bilang enak. Kami senang mendengarnya," ungkapnya.

Trantini masih menunggu ketentuan lebih lanjut, utamanya mengenai siapa yang bertanggungjawab memasak bagi siswa-siswi ke depannya. Apakah nantinya akan bekerjasama dengan BUMDes atau lanjut dengan PKK. "Kita belum tahu arahan kedepannya bagaimana," ucapnya.

Namun seandainya kedepan PKK diberikan tanggung jawab menyediakan makanan untuk anak-anak, Trantini mengatakan pihaknya akan mencari anggota atau membentuk kelompok khusus untuk program makan gratis ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved