Pilkada Bali 2024

TRAGIS! Luh Merry Kehilangan Calon Bayi Usia 3 Bulan, Sejumlah Anggota KPPS Tumbang di Pilkada 2024

Sebab pada pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2024 di Buleleng, sejumlah petugas KPPS di beberapa wilayah juga tumbang. 

MER/Tribun Bali
KPU Buleleng saat menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Muhammad Arif. Kamis (28/11/2024) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA -  Tak hanya meninggalkan duka mendalam, bagi keluarga mendiang Muhammad Arif, petugas Linmas Kelurahan Kampung Baru yang meninggal dunia.

Sebab pada pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2024 di Buleleng, sejumlah petugas KPPS di beberapa wilayah juga tumbang. 

Bahkan seorang petugas KPPS bernama Luh Merry Sudaryani, harus kehilangan calon bayi dalam kandungannya, yang baru berusia 3 bulan. 

Mengenai anggota Linmas yang meninggal dunia, Komisioner KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata saat dikonfirmasi mengungkapkan pihaknya bersama ketua KPU Provinsi Buleleng, telah melayat ke rumah duka dan menyerahkan santunan pada keluarga almarhum. 

Baca juga: MUSIBAH Pilkada Serentak 2024, Ada yang Meninggal Dunia hingga Keguguran, KPU Beri Santunan

Baca juga: KALAH 2 Laga Beruntun Jadi Lecutan Serdadu Tridatu, November Rain Bali United, Teco Ingin Bangkit

 

KPU Buleleng saat menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Muhammad Arif. Kamis (28/11/2024)
KPU Buleleng saat menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Muhammad Arif. Kamis (28/11/2024) (MER/Tribun Bali)

"Informasi dari anaknya, almarhum memang punya penyakit maag. Sepertinya almarhum kelelahan karena punya asam lambung," ucapnya. 

Arya juga mengungkapkan, pada pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Rabu (27/11/2024), sejumlah anggota KPPS juga tumbang. 

Seperti yang terjadi di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak.  Komang Wana Sari (29) pingsan saat proses pungut hitung. Ia pingsan diduga karena penyakit asam lambungnya kambuh.

"Lalu ada I Gede Agus Febrianayoga yang merupakan anggota KPPS di wilayah Desa Gobleg, Kecamatan Banjar. Ia mengalami patah lengan, lantaran kecelakaan pada saat proses pembuatan TPS. Karena pada saat itu wilayah sekitar sedang hujan, sehingga ia jatuh di jalan," ujarnya. 

Tak hanya itu, seorang anggota KPPS di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan bernama Luh Merry Sudaryani, bahkan harus kehilangan calon bayinya yang berusia tiga bulan.

Ia mengalami pendarahan hingga harus dilarikan ke rumah sakit. "Ia saat ini masih dirawat di rumah sakit Giri Emas," ucapnya. (mer)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved