Berita Gianyar
KASUS 'Gendongan' Serang Puluhan Siswa di Gianyar, Kasus Melonjak Sejak November 2024
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gianyar, Bali, sepanjang tahun 2024 ini, jumlah siswa SD yang terjangkit gendongan sudah mencapai 59 kasus.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Di era serba modern, rupanya penyakit gondok non permanen atau di Bali disebut 'gendongan' masih menjangkiti anak-anak usia sekolah dasar.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gianyar, Bali, sepanjang tahun 2024 ini, jumlah siswa SD yang terjangkit gendongan sudah mencapai 59 kasus.
Namun kasus ini tidak terjadi sejak Januari, melainkan baru dimulai pada September. Pada bulan tersebut, yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan Gianyar ada 2 kasus.
Penyakit yang sifatnya menular ini mengalami peningkatan di bulan Oktober menjadi 8 kasus. Dan, pada November kasusnya lebih banyak, yakni menjadi total 59 kasus.
Kadis Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni saat dikonfirmasi Kamis, (5/12) membenarkan data tersebut. Pihaknya menduga kasus ini lebih banyak dari data yang diterima pihaknya.
Baca juga: SAPU Bersih 4 Kecamatan Paket Jaya-Wibawa, KPU Denpasar Gelar Rapat Pleno Hasil Pilkada 2024
Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif RI Ajukan Anggaran Tambahan Sebesar Rp2,42 Triliun
Sebab dipastikan ada sejumlah kasus gendongan yang tidak diobati ke pelayanan kesehatan di bawah Dinas Kesehatan Gianyar. Namun orangtua atau keluarga mereka mengobati secara tradisional.
"Ada kasus yang tidak dilaporkan karena kasusnya sudah tertangani di pihak keluarga. Kasus yang dilaporkan, Diskes Gianyar bersama Puskesmas melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) ke sekolah terjangkit untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan penularan," ujarnya .
Ariyuni mengimbau bagi anak yang terjangkit penyakit gendongan, agar segera pergi ke layanan kesehatan, beristirahat yang cukup, dan banyak mengkonsumsi air putih.
Hal ini untuk mencegah kekurangan cairan tubuh akibat demam, mengonsumsi makanan bertekstur lembut, seperti bubur, menghindari makanan yang harus sering dikunyah, kompres pipi yang bengkak dengan air hangat atau air dingin untuk membantu meringankan rasa nyeri.
Ariyuni juga mengajak masyarakat menjaga kesehatan dengan pola hidup bersih dan sehat, budaya cuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir, dan konsumsi makanan gizi seimbang.
Gendongan atau Parotitis merupakan penyakit infeksi virus golongan paramyxovirus yang menyerang kelenjar liur (kelenjar parotis) di dalam mulut.
Infeksi ini dapat menyebabkan pembengkakan serta rasa nyeri pada kelenjar tersebut. Parotitis dapat menyerang siapa saja, tetapi umumnya lebih sering terjadi pada anak-anak usia 5–9 tahun.
Parotitis dapat menular melalui droplet atau percikan air ludah penderita parotitis ketika bersin atau batuk terhirup oleh orang lain. (*)
Istri Bupati Gianyar Tidak Lagi Duduki Jabatan Kadis, Dimutasi sebagai Asisten |
![]() |
---|
Megawati Hadiri Plebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra di Gianyar |
![]() |
---|
PRIA LOKAL Digerebek di Batubulan Gianyar, Polisi Temukan ini di Rumahnya |
![]() |
---|
Kasus Orang Jatuh Ke Jurang Ternyata Korban Pengeroyokan Di Bali, Rohmat & Wahyu Jadi Tersangka |
![]() |
---|
Motif Rohmat dan Wahyu Tega Keroyok Lalu Tusuk Kurniawan, Korban Ditemukan di Bawah Jembatan di Ubud |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.