Pilkada Bali 2024
PARTISIPASI Pemilih Tabanan Tertinggi & Denpasar Terendah di Bali Saat Pilkada Serentak 2024
Ia mengatakan, C pemberitahuan yang tidak terdistribusi mencapai 14 persen, dan 86 persen sudah terdistribusi.
TRIBUN-BALI.COM - Tingkat partisipasi pemilih di Denpasar menjadi yang terendah di Bali. Adapun tingkat partisipasi pemilih hanya 59,55 persen untuk Pilgub Bali dan 59,53 persen untuk Pilwali. Selain itu, partisipasi pemilih pada Pilkada Bali 2024 masih di bawah target.
Padahal KPU Bali menargetkan partisipasi minimal 75 persen, namun yang tercapai hanya 71,92 persen. Jumlah DPT maupun DPK yang terdata di Bali sebanyak 3.287.601, namun yang hadir ke TPS sebanyak 2.364.485 orang.
Sehingga ada sebanyak 923.116 orang tak datang ke TPS untuk memberikan hak pilihnya. Sementara itu, untuk kabupaten kota di Bali, tingkat partisipasi pemilih yang mencapai target yakni Badung, Tabanan, Bangli, dan Gianyar.
Adapun partisipasi pemilih per kabupaten kota yakni Denpasar 59,55 persen, Badung 78,01%, Tabanan 82,75%. Kabupaten Jembrana 71,19%, Buleleng 61,39%, Karangasem 72,85%, Bangli 78,40%, Klungkung 73,41%, dan Gianyar 82,47%.

Persentase di Kota Denpasar ini masih jauh dari target KPU Denpasar yakni minimal 75 persen. “Ada perbedaan antara Pilwali dan Pilgub karena ada pemilih pindahan dari luar Denpasar hanya dapat surat suara Pilgub, dan Pilwali tidak dapat,” kata Ketua KPU Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggaraeni, Rabu (4/12).
Menurutnya, rendahnya tingkat partisipasi ini dikarenakan C pemberitahuan tidak terdistribusi semua. Hal ini dikarenakan ada yang meninggal dunia, pindah domisili, tidak dikenal, dan tidak dapat diterima oleh orang terdekat di sana.
“Paling tinggi adalah pindah domisili, tidak dikenal, dan tidak dapat diterima orang di sana penyebab tidak terdistribusi,” paparnya.
Ia mengatakan, C pemberitahuan yang tidak terdistribusi mencapai 14 persen, dan 86 persen sudah terdistribusi. Akan tetapi masih banyak juga yang tidak mau hadir ke TPS. “Terkait hal ini kami akan lakukan penelitian kerjasama dengan kampus untuk melakukan evaluasi,” katanya.
Sementara itu, berkaca dari hasil evaluasi Pilkada 2020, ia mengatakan penyebab tak hadir ke TPS karena masih bekerja. “Meskipun diliburkan, namun ada beberapa layanan publik dan perusahaan yang karyawannya tetap bekerja,” katanya.
Alasan lainnya, karena menganggap salah satu Paslon pasti akan menang meskipun tak datang ke TPS. Ada juga alasan, siapapun pemimpinnya tidak akan berpengaruh dengan tingkat kesejahteraan mereka.
“Itu evaluasi Pilkada sebelumnya. Untuk Pilkada 2024, kami akan kerjasama dengan kampus setelah ini lakukan evaluasi,” katanya.
Meski demikian, legalitas dari hasil Pilkada ini sah dan siapapun yang mendapatkan suara terbanyak itulah pemenangnya.
Sementara itu, partisipasi atau kehadiran pemilih di Kabupaten Gianyar saat Pilkada 2024 mencapai 82%. Meskipun terlihat besar, namun dibandingkan dengan angka partisipasi saat Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, angka tersebut turun. Sebab saat Pilpres dan Pileg kemarin, partisipasi pemilih mencapai 90,22%.
Berdasarkan data diterima Tribun Bali dari KPU Gianyar, Rabu (4/12), rincian partisipasi pemilih per kecamatan tidak ada yang sampai 92%.
Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih, Jaya-Wibawa Akan Rangkul Paslon Abdi Bangun Denpasar |
![]() |
---|
Sutjidra - Supriatna Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Buleleng 2024 |
![]() |
---|
Adi-Cipta Tak Hadir Saat KPU Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Badung Terpilih |
![]() |
---|
KPU Tetapkan Pemenang Pilkada Serentak 2024, Agus Mahayastra Absen, Tagel Siap Hadir |
![]() |
---|
Besok, KPU Gianyar Tetapkan Agus Mahayastra dan AA Gede Mayun Sebagai Pemenang Pemilu 2024 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.