Pilkada Bali 2024

PARTISIPASI Pemilih Tabanan Tertinggi & Denpasar Terendah di Bali Saat Pilkada Serentak 2024

Ia mengatakan, C pemberitahuan yang tidak terdistribusi mencapai 14 persen, dan 86 persen sudah terdistribusi.

ISTIMEWA
ILUSTRASI - Tingkat partisipasi pemilih di Denpasar menjadi yang terendah di Bali. Adapun tingkat partisipasi pemilih hanya 59,55 persen untuk Pilgub Bali dan 59,53 persen untuk Pilwali. Selain itu, partisipasi pemilih pada Pilkada Bali 2024 masih di bawah target.  

Rinciannya, di Kecamatan Gianyar partisipasinya 75,94%, Kecamatan Blahbatuh 77,66%, Kecamatan Sukawati 82,33%, Kecamatan Ubud 85,02%, Kecamatan Payangan 88,87%, Kecamatan Tegalalang 91,74?n Tampaksiring 83,58%.

Komisioner KPU Gianyar Divisi Sosialiasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Gusti Bagus Agung Swandhita membenarkan hal tersebut. Kata dia, persentase ini sesuai data dari dari C hasil yang diunggah. Diapun membenarkan bahwa jumlah partisipan Pilkada 2024 lebih rendah dari Pilpres 2024.

“Angkanya memang besar, tapi dibandingkan dengan Pilpres dan Pileg kemarin, partisipasi pemilih saat Pilkada turun,” ujarnya.

Menurut pria asal Ubud ini, faktor penurunan ini dikarenakan saat hari pemilihan, tepatnya 27 November 2024, berbarengan dengan hari baik untuk menggelar upacara adat, sehingga berdampak pada kehadiran masyarakat ke TPS. “Kemungkinan banyak yang tidak bisa hadir ke TPS karena berbarengan dengan acara adat,” ujarnya.

Sedangkan Anggota KPU Bali, I Gede John Darmawan mengatakan, pihaknya masih melakukan evaluasi terkait hal ini. Meski begitu, pihaknya mengatakan ada beberapa faktor yang membuat partisipasi masyarakat tidak memenuhi target. 

Pertama dikarenakan faktor cuaca, di mana pukul 09.00 hingga 11.00 Wita beberapa daerah diguyur hujan dengan intensitas lebat. “Kedua kecenderungan tidak ada pilihan sehingga tidak hadir ke TPS,” katanya.

Saat pendistribusian C pemberitahuan, pemilih tak ada di tempat juga jadi alasan. John mengatakan, masyarakat masih beranggapan jika tak mendapat C pemberitahuan maka tak bisa memilih. Padahal C Pemberitahuan bukanlah undangan memilih, melainkan pemberitahuan lokasi TPS memilih.

Meskipun tak dapat C pemberitahuan, masyarakat bisa melakukan pengecekan DPT secara online untuk mengecek lokasi TPS-nya. John mengatakan partisipasi masyarakat kali ini tak jauh beda dengan Pilgub 2018 yang juga di kisaran 71%. Dan ada trend Tabanan, Gianyar dan Bangli selalu memiliki partisipasi yang tinggi.

“Meski begitu, Pilkada kali ini ada sedikit penurunan di tiga daerah itu. Yang naik yakni Denpasar dan Buleleng namun kecil,” katanya. 

Dengan adanya sistem cek DPT online menurut John membuat pelaksanaan Pilkada kali ini lebih baik. Apalagi dengan adanya Sirekap yang semuanya transparan. (sup/weg)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved