Berita Karangasem
Kisah Galung Berbagai 1 Kasur untuk 4 Orang, Akhirnya Dapat Kasur Dari ZAP Clinic di Karangasem
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menyebutkan, bahwa Karangasem masih menjadi kabupaten termiskin di Bali.
TRIBUN-BALI.COM – Kemiskinan di Karangasem masih cukup memprihatinkan, khususnya berdampak pada angka putus sekolah yang tinggi di Gumi Lahar ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menyebutkan, bahwa Karangasem masih menjadi kabupaten termiskin di Bali.
Kabupaten Karangasem merupakan daerah termiskin di Bali, berdasarkan data tahun 2024. Angka kemiskinan di Karangasem lebih tinggi dari angka kemiskinan Provinsi Bali yang sebesar 4,40 persen.
Faktor penyebabnya, kebanyakan masyarakat bekerja di sektor pertanian dengan penghasilan kecil, upah di sektor non pertanian pun, belum mampu mendorong masyarakat keluar dari garis kemiskinan, dan ada masyarakat yang belum bekerja.
Hal ini berimplikasi pada tingkat pendidikan yang rendah, sehingga melahirkan SDM yang tidak mumpuni. Jika terus terjadi hal ini, maka lambat laun akan merusak generasi muda dan tentu saja merusak masa depan Karangasem.
Hal ini lah yang menjadi konsen, perusahaan kecantikan terkemuka di Bali, Klinik Kecantikan ZAP Clinic Bali. ZAP Clinic yang kemudian bekerjasama dengan Komunitas Kakak Asuh, untuk memberikan bantuan ke Karangasem.
Segenap perwakilan managemen ZAP Clinic, baik ZAP Clinic Bali Dewi Sri dan ZAP Clinic Bali Renon, hadir ke SD Negeri 3 Bhuana Giri, Karangasem.
Baca juga: RESMI! Perbekel Dawan Kaler Tersangka Korupsi BUMDes, Mark Up & Pinjaman Tanpa Verifikasi Dilakukan
Baca juga: MEPET! Penerapan Kendaraan Non DK Masuk Bali, Ajus Linggih Minta Bus Wisata Diarahkan ke Bali Utara

Kehadiran ini untuk membantu murid baik SD, SMP, hingga SMA mendapatkan bantuan sembako, alat tulis, hingga seragam sekolah.
Bahkan satu di antara siswa, ada yang mendapatkan bantuan adalah Ni Ketut Galung Karyawati. Gadis belia umur 11 tahun ini benar-benar sumeringah mendapatkan hadiah kasur dari ZAP Clinic Bali.
Siswi kelas 6 SD ini sudah sejak lama mengidamkan tidur di kasur yang nyaman. Sayang sekali, selama ini kasurnya rusak, dan mirisnya ia harus berbagi kasur rusak itu bersama kakak, adik dan ibunya.
“Saya senang sekali, mendapatkan kasur ini membuat saya kian semangat untuk belajar,” sebutnya. Galung, sapaan akrabnya, bercita-cita menjadi dokter dan gadis keenam dari 7 bersaudara ini pun akan bekerja keras meraih cita-cita itu.
Oktaviane Raranta, Area Manager ZAP Clinic Bali Sulawesi Mataram, turut serta saat pengantaran bantuan kasur ke rumah Galung. Ia pun ikut merasakan, bagaimana tantangan perjalanan masuk kebun salak dengan jalan tanah berliku dan tidak rata.

Ia membayangkan, bagaimana anak – anak harus berjalan sejauh itu setiap hari untuk ke sekolah. Namun mereka, khususnya Galung tetap semangat sekolah menggapai cita-cita.
Walaupun ia juga sedih, saat mendegarkan statement kepala sekolah bahwa masih banyak yang putus sekolah karena alasan ekonomi.
Anne, sapaan karibnya, menjelaskan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian sosial ZAP Clinic atau dikenal CSR. Usai koordinasi dengan Komunitas Kakak Asuh, ZAP Clinic kemudian mengobrol dengan pihak sekolah. Bertanya apa saja yang urgent dibutuhkan di sana dan perlu difasilitasi.
“Jadi kami menyerahkan kotak P3K, makanan, sembako, alat tulis, kasur, bantal hingga selimut. Ada pula hadiah gimmick dari games, biar murid-murid semangat,” katanya 8 Desember 2024, di Karangasem, Bali. Pemberian vitamin dan pemeriksaan kesehatan juga dilakukan oleh Dokter Yoga dan Dokter Dewi.
Anne mengerti, usai mendapatkan penjelasan kepala sekolah bahwa masyarakat setempat masih banyak yang belum aware pada pendidikan. Kemudian keterbatasan akses kesehatan ke puskesmas juga menjadi kendala, sehingga cek kesehatan dasar dilakukan oleh para dokter ZAP Clinic.
“Donasi swadaya internal kami (ZAP Clinic), setelah mendapatkan masalah pokoknya kami lalu membahasnya dengan managemen,” sebutnya. Tentu saja, harapan membantu anak-anak, khususnya di Karangasem bisa terus kontinu.
Walaupun harapannya, bantuan bukan dari ZAP Clinic saja, tapi CSR juga bisa dari perusahaan lain yang peduli dan ingin kontribusi.
“CSR kami sudah sejak 2016, walaupun pandemi Covid-19 juga tetap kami salurkan. Tak hanya bantuan ke eksternal, di internal karyawan ZAP Clinic pun kami bantu,” tegasnya. Khusus bantuan ke Karangasem ini, ia berharap bahwa tidak ada lagi anak yang putus sekolah ke depannya.

Harapan yang sama juga diutarakan Kepala Sekolah SD Negeri 3 Bhuana Giri. I Gede Widiarta menjelaskan, bahwa sekolah yang berjarak 4 Km di kaki Gunung Agung ini sangat berguna bagi anak didiknya.
Ia pun tak menampik dan menceritakan masih ada anak didik putus sekolah, entah alasan ekonomi atau alasan lainnya.
“Saya ucapkan terimakasih, semoga bisa berguna dan menjadi pemantik semangat anak-anak,” katanya. Luh Putu Krisna Yanti, Founder Kakak Asuh Bali, juga turut berterimakasih pada ZAP Clinic. Sebagai pendiri Komunitas Kakak Asuh, ia sangat senang atas CSR dari ZAP Clinic yang sangat berguna bagi anak didik di Karangasem, khususnya di Bebandem.
Krisna, sapaannya, dan para kakak asuh menemani sekitar 41 siswa perwakilan saat ZAP Clinic hadir ke SD Negeri 3 Bhuana Giri.
Dari siswa SD, SMP hingga SMA pun antusias merasakan acara yang dibuat ZAP Clinic, baik itu pendidikan kesehatan dan kebersihan, pemeriksaan kesehatan, hingga games dan diakhiri makan siang bersama.
“Harapannya CSR begini rutin dilakukan, sehingga sangat meringankan beban anak asuh di sini. Semoga saja dengan kehadiran rekan-rekan ZAP Clinic membuat anak asuh bahagia, dan peduli pada pendidikan serta tidak sampai putus sekolah,” jelasnya.
Krisna menjelaskan, bahwa kondisi anak didik di pelosok khususnya di wilayah Karangasem masih memprihatinkan. Ia bercerita, untuk uang seragam saja siswa bisa dibebankan ratusan ribu hingga jutaan.

Tentu saja ini memberatkan, mengingat warga Karangasem dominan petani dan hidup di garis kemiskinan.
Dengan sokongan dari para kakak asuh dan bantuan CSR seperti dari ZAP Clinic, akan sangat meringankan beban anak-anak, sehingga mereka bisa semangat sekolah hingga minimal tamat SMA atau SMK.
“Selain faktor ekonomi, faktor geografi alam di sini juga menjadi penyumbang anak putus sekolah,” katanya. Wanita asal Gianyar ini menjelaskan, bahwa banyak anak yang tidak sekolah karena jarak rumah dan sekolah sangat jauh, kemudian tidak ada kendaraan atau yang mengantarkan.
Belum lagi seragam yang rusak, sepatu yang rusak, membuat mereka harus sekolah dengan sandal jepit. Budaya anak perempuan tidak perlu sekolah, juga menjadi pencetus banyaknya anak tidak mengenyam pendidikan.
“Kami (Kakak Asuh) bantu dengan bekal Rp100 ribu per bulan, itu pun sumbangan sukarela anak-anak atau relawan kami,” sebutnya.
Para kakak asuh juga selalu menyempatkan diri hadir, untuk mengecek dan menyemangati anak-anak agar sekolah rajin dan belajar yang baik, demi masa depan mereka.
“Kadang kami bantu uang bensin, bahkan SPP pun kami bantu,” sebutnya. Ia berharap semakin banyak donatur bisa menyumbangkan nafas bagi anak-anak ini, mengingat angka putus sekolah di Bali masih tinggi.
Krisna menyebutkan, angka putus sekolah di Bali sekitar 1.000an, dan dominan di wilayah Karangasem serta Singaraja.
“Nah di Singaraja relawan kami masih minim, kalau ada yang jadi relawan mau saya sangat senang,” katanya. Sementara total relawan aktif saat ini berkisar 25-30an orang.
Dan para relawan ini menjadi kakak asuh bagi setidaknya 115 anak didik, di wilayah Bangli dan Karangasem. Untuk Karangasem saja, ada 8 wilayah dan terutama memang di Bebandem.
“Target kami supaya mereka sekolah sampai 12 tahun sampai tamat, sehingga membantu peningkatan SDM mumpuni di Karangasem,” sebutnya sembari mengatakan, jika ingin donasi bisa DM Instagram Kakak Asuh. (*)
Karangasem
ZAP Clinic
kemiskinan
Bali
putus sekolah
Galung
BPS
kakak asuh
Komunitas Kakak Asuh
SD Negeri 3 Bhuana Giri
MUTASI Akbar Era Bupati Gus Par, 151 Pejabat Karangasem Rotasi, Adik Ipar Bupati Tak Dilantik |
![]() |
---|
Tidak Terima Ditatap, Remaja di Karangasem Aniaya Anak Dibawah Umur |
![]() |
---|
Rotasi Besar-besaran di Pemkab Karangasem, 151 Pejabat Posisinya Digeser |
![]() |
---|
Warga Karangasem Panik Sepeda Motor Vario Miliknya Dimaling, Pelaku Ternyata Kerabat Korban |
![]() |
---|
CAMPAK Infeksi 33 Anak di Karangasem, 2 Wilayah Masuk KLB, Kemenkes Catat 46 Wilayah di Indonesia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.