Berita Buleleng

HEWAN Masuk Rumah Resahkan Warga di Buleleng, 2 Bulan 28 Laporan Masuk, Dominan Ular dan Biawak

Dari data yang diperoleh Tribun-Bali.com, setidaknya ada puluhan hewan liar seperti ular dan biawak yang masuk ke rumah warga. 

|
ISTIMEWA
Petugas Damkar Buleleng saat evakuasi ular dan biawak dari rumah warga. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dampak banjir bukan satu-satunya ancaman bagi masyarakat Buleleng, khususnya pada saat musim hujan. Sebab hewan liar seperti ular hingga biawak pun juga berpotensi bisa masuk rumah. 

Buktinya jumlah laporan permintaan evakuasi hewan, masuk rumah ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, mengalami peningkatan.

Dari data yang diperoleh Tribun-Bali.com, setidaknya ada puluhan hewan liar seperti ular dan biawak yang masuk ke rumah warga. 

Baca juga: TIDAK Capai Target! PAD Badung Baru Rp6,5 Triliun dari Harapan Rp9,2 Triliun, Apa Alasannya?

Baca juga: RESAHKAN Warga Bangli & Gianyar, CBR Komang Dibawa Kabur Maling, Polisi Selidiki

asbsenrfmjtfm,
Petugas Damkar Buleleng saat evakuasi ular dan biawak dari rumah warga.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Buleleng, I Gede Arya Suardana membenarkan jika akhir-akhir ini pihaknya kerap mendapat permintaan evakuasi gangguan hewan liar. Seperti ular hingga biawak. 

"Berdasarkan data, total ada 21 ular dan 7 biawak masuk rumah, terhitung sejak awal November 2024 hingga pertengahan Desember 2024," ujarnya Minggu (15/12/2024)

Kebanyakan laporan evakuasi hewan liar dari wilayah Kecamatan Buleleng, khususnya di Kota Singaraja. Peningkatan laporan ini salah satunya disebabkan pengaruh musim hujan.

"Minggu-minggu ini ada terus laporannya itu, baik ular maupun biawak yang masuk ke perumahan. Selain karena faktor hujan, peningkatan laporan juga disebabkan habitat hewan tersebut sudah mulai berkurang," imbuh Arya.

Sementara jika melihat penanganan ular dan biawak di sepanjang tahun 2024 ini, Arya menyebut untuk evakuasi ular masuk rumah sudah ada 151 laporan. Sedangkan biawak 39 laporan.

"Selain menerima laporan evakuasi ular dan biawak, petugas juga kerap menerima evakuasi sarang tawon. Per tahun 2024 ini total ada 28 laporan," sebutnya. 

Lanjut Arya, ular dan biawak yang telah dievakuasi petugas selanjutnya akan diamankan ke kantor. Sembari pihaknya komunikasi dengan pihak penangkaran hewan liar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA). "Jadi setelah dievakuasi, langsung diserahkan ke KSDA. Sedangkan untuk sarang tawon langsung kami lepaskan," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved