Berita Denpasar

DPRD Denpasar Pantau Pasokan Air PDAM di IPA Belusung, Aliran Air Bersih Tak Lancar

Wayan Sutama mengatakan, selama ini ada beberapa kendala yang dialami masyarakat terkait dengan penyaluran air bersih.

Tribun Bali/Dwi S
ilustrasi - DPRD Denpasar Pantau Pasokan Air PDAM di IPA Belusung, Aliran Air Bersih Tak Lancar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat musim penghujan ini, pengaliran air bersih di Kota Denpasar mengalami kendala. 

Dan masyarakat juga mengeluhkan aliran air yang tidak lancar saat musim hujan ini.
 
Terkait hal itu, Komisi II dan III DPRD Kota Denpasar melakukan pemantauan pasokan air minum di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Belusung di Jalan Antasura, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Selasa 14 Januari 2025.
 
Pemantauan dilakukan untuk antisipasi kendala distribusi di musim penghujan. 

Baca juga: Pelanggan Dialihkan ke Sumur Bor, Pasca Kebocoran Pipa PDAM Buleleng

Ketua Komisi II, Wayan Sutama mengatakan, selama ini ada beberapa kendala yang dialami masyarakat terkait dengan penyaluran air bersih.
 
Pada musim penghujan ini masyarakat ada yang mengalami gangguan. 

Sehingga ia menginginkan, Perumda agar benar-benar melakukan antisipasi jika terjadi kendala.
 
Perumda juga diharapkan mencari solusi untuk kendala-kendala yang terjadi di setiap musim penghujan. 

Meski begitu, pihaknya menilai, dengan dibangunnya kanal di IPA Belusung, keluhan masyarakat di musim hujan semakin menurun.
 
Dikarenakan meminimalkan kendala pasokan air baku untuk diolah. 

"Kami lihat dengan adanya kanal yang sudah dibangun, meminimalkan kendala pasokan saat musim hujan. Tetapi, dalam musim hujan ini masih ada masyarakat yang mengalami air mati. Ini harus dicarikan solusi ke depan," paparnya.
 
Selain itu, pihaknya juga meminta agar Perumda lebih cepat melayani masyarakat dengan mobil tangki karena air mati. 

"Pelayanan harus cepat terutama air tangki kalau kendala produksi saat musim hujan ini," imbuhnya.
 
Sementara, Ketua Komisi III, I Wayan Suadi Putra juga mengatakan, dengan adanya kanal sudah mampu meminimalisir gangguan air selama musim penghujan. 

Namun, saat ini dengan adanya proyek kanal Badung yang berdekatan dengan kanal Pemkot Denpasar diharapkan tak sampai mengganggu produksi.
 
Menurut Suadi, sebelum ada kanal banyak kendala pendistribusian air karena masalah pengolahan di IPA Intake akibat kemasukan lumpur. 

Di sisi lain Perumda Air Minum juga mesti komunikasi kembali ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida untuk membuat kanal lumpur di hulu.
 
"Sebab, sekarang ada dua kanal yang memanfaatkan air di Tukad Ayung ini Denpasar dan Badung ini penting untuk ke depannya," imbuhnya.
 
Di sisi lain, ia juga mengajukan pembangunan bendung karet di sisi timur sungai. 

Sebab, bukan hanya antisipasi pada musim penghujan pasokan juga harus tetap terjaga pada musim kemarau.
 
Menanggapi hal itu, Dirut Perumda, I Putu Yasa mengatakan, proses antisipasi kendala pengolahan air pihaknya sedang menyiapkan alat penyedot pasir dan lumpur atau airlipt. 

Penggunaan alat tersebut memungkinkan untuk mengantisipasi pasir dan lumpur masuk ke IPA Intake. 

Selain itu, pihaknya juga berencana menambah reservoir untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pada SPAM Penet dan Petanu yang kerap merugikan pelanggan. 

"Kalau untuk penambahan bendung karet antisipasi musim kemarau, kami segera akan melakukan koordinasi ke BWS karena ranahnya di sana," ungkapnya. (sup)

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved