Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

INGIN LINDUNGI SAUDARI Malah Jadi Mayat di Denpasar, Cekcok Pasutri Hingga Pembunuhan

INGIN LINDUNGI SAUDARI Malah Jadi Mayat di Denpasar, Cekcok Pasutri Hingga Pembunuhan

Istimewa
6 pelaku penusukan antar warga Sumba di Denpasar berhasil diamankan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polresta Denpasar menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Jalan Pulau Seram.

Korban dan pelaku pembunuhan diketahui merupakan sesama warga Sumba.

Korban bernama Raymundus Loghe Rangga (33) yang tak lain ialah kakak ipar dari sang tersangka utama pembunuhan Fiktorius Fikri.

Baca juga: TAK ADA PENYESALAN! Pria 55 Tahun di Buleleng Paksa Perempuan Tuli Bisu Berhubungan Hingga Hamil

Tahapan rekonstruksi digelar di tempat kejadian perkara (TKP) Jalan Pulau Seram, Denpasar, Banjar Eka Sila, Dauh Puri Kelod,, pada Rabu 15 Januari 2025.

Tersangka utama pembunuhan bersama dihadirkan bersama beberapa tersangka lain, karena Fiktorius beraksi bersama rekan-rekannya.

Proses rekontruksi dipimpin oleh Kapolsek Denpasar Barat, beserta penyidik, Inafis Polresta Denpasar dan Kejari Denpasar.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menjelaskan dalam pelaksanaan rekonstruksi diperagakan sebanyak 33 adegan.

Baca juga: DIPAKSA Berhubungan, Pemuda 18 Tahun di Buleleng Ancam Cewek Jakarta Jika Teriak

"Ada 33 adegan yang dilaksanakan mulai dari korban menjemput saksi (Istri tersangka,-Red) untuk diajak pulang ke kos korban.

Selanjutnya para tersangka datang ke kos korban sampai terjadi keributan dan penganiayaan terhadap korban yang dilakukan oleh para tersangka," bebernya.

Setelah melakukan penganiayaan, para tersangka meninggalkan TKP dan membuang pisau yang digunakan oleh para tersangka.

"Istri menolong korban dan membawa kedua korban F dan D ke RS dengan menggunakan ambulans," tuturnya. 

Sebelumnya diberitakan, R (33) warga Sumba yang menjadi korban penusukan kerabatnya sendiri di Jalan Pulau Seram, Duh Puri Kelod, Denpasar Barat.

Korban akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah mendapat perawatan intensif akibat luka tusuk yang didapat.

Peristiwa pembunuhan antar warga Sumba itu terjadi pada Rabu 11 Desember 2024 tengah malam.

R bukan korban tunggal, terdapat korban penusukan lainnya yakni D yang masih mendapat perawatan di rumah sakit. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved