Berita Bali

All Out Tangani Sampah Laut, 8.600 Orang Ikuti Aksi di Kuta Bali, Menteri LH Bentuk Tim Pengelolaan

Menteri LH Hanif Faisol mengatakan, pihaknya terus berkolaborasi baik di pemerintah pusat dan daerah terutama di Bali

Zaenal Nur Arifin - Tribun Bali
BERSIH-BERSIH - Wamenpar Ni Luh Puspa saat mengikuti Aksi Bersih Sampah Laut di Pantai Kedonganan hingga Jimbaran, Kabupaten Badung, pada Minggu (19/1). 

“Ada 5 sungai utama yang hari ini (kemarin) harus mulai diselesaikan. Di Bali ada 2 sungai yaitu Tukad Mati dan Tukad Badung. Saya minta Tukad Mati dan Tukad Badung kita selesaikan mulai hari ini (kemarin) dan tahun ini harus selesai tidak boleh lagi ada sampah dan tidak boleh lagi ada pencemaran. Karena kita sudah punya SDM, punya tim dan dananya,” sambung Hanif.

Dikatakan, harus ada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal yang akan diterapkan untuk dua tukad utama itu yang menghasilkan sampah di pantai yang ada di Bali

Sungainya tidak terlalu panjang hanya sekitar 27 kilometer dan satunya 22 kilometer.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah pusat menyerahkan bantuan berupa 1 unit truk, motor pengangkut sampah, dan trash boom yang akan ditempatkan di 14 titik sungai di Bali

Trash boom ini merupakan bantuan dari Uni Emirat Arab. 

Selain itu, pemerintah juga membentuk Tim Koordinasi Penanganan Sampah Laut di Provinsi Bali sesuai Keputusan Menteri Koordinator Pangan RI Nomor 3 Tahun 2025.

Guna mempercepat penanganan sampah laut di Bali, Kementerian Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI menyerahkan bantuan berupa satu unit truk dan sebuah motor pengangkut sampah. 

Selain itu, Bali juga mendapat bantuan trash boom untuk mengatasi kebocoran sampah ke laut. 

Trash boom yang merupakan bantuan Uni Emirat Arab rencananya akan ditempatkan di 14 titik sungai di Bali.  

Hanif menyebutkan bahwa aksi bersih sampah laut di Kedonganan merupakan lanjutan dari kegiatan serupa di Pantai Kuta pada 4 Januari 2025. 

“Aksi kali ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Cinta Laut,” tuturnya. 

Menteri Hanif mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan sejumlah negara sahabat dan organisasi internasional. 

Ia pun mengungkapkan seusai kegiatan aksi bersih pagi ini pihaknya bersama tim akan menggelar rapat koordinasi dengan perwakilan hotel, restoran dan kafe di Bali

Pertemuan ini membahas penanganan sampah dari hulu seperti horeca. Sampah dari horeca adalah sampah yang dihasilkan dari hotel, restoran, dan kafe. 

“Horeca di Bali termasuk penyumbang sumber penghasil sampah yang relatif besar setelah rumah tangga,” imbuhnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved