Berita Bali
All Out Tangani Sampah Laut, 8.600 Orang Ikuti Aksi di Kuta Bali, Menteri LH Bentuk Tim Pengelolaan
Menteri LH Hanif Faisol mengatakan, pihaknya terus berkolaborasi baik di pemerintah pusat dan daerah terutama di Bali
TTDI Indonesia di Posisi Ke-22
Travel and Tourism Development Index (TTDI) tahun 2024 Indonesia berhasil melonjak 10 peringkat, menempati posisi ke-22 dari 119 negara di dunia.
Namun di balik posisi ke-22 dari TTDI ternyata dari sisi health and hygienic atau kesehatan dan higienis masih jauh di bawah yang diharapkan.
Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa di sela-sela menghadiri kegiatan Aksi Bersih Sampah Laut di Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Minggu 19 Januari 2025.
“Di TTDI memang angka kita naik 10 peringkat itu luar biasa dari 32 menjadi peringkat 22. Tapi pada pilar health and hygienic kita masih rendah. Nah, itulah mengapa gerakan wisata bersih kita inisiasi untuk bisa menaikkan pilar health and hygienic itu,” ujar Wamenpar Luh Puspa.
Ia menambahkan untuk gerakan wisata bersih tidak hanya masalah sampah tapi juga toilet.
Jadi ada dua concern pada gerakan wisata bersih yaitu sampah di destinasi wisata dan juga toilet di setiap daya tarik wisata itu sendiri.
“Maka dari itu kenapa kita sangat concern dengan masalah sampah karena salah satu hal yang membuat orang datang ke satu destinasi pasti bersih tidak di sana, toiletnya bagus tidak. Maka jadinya kebersihan itu menjadi komponen yang sangat penting untuk daya saing dari daya tarik wisata. Maka itu yang kemudian fokuskan saat ini,” papar Luh Puspa.
Luh Puspa menyampaikan gerakan wisata bersih tahun ini dilakukan Kemenpar di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yakni Borobudur, Danau Toba, Likupang, Mandalika dan Labuan Bajo, lalu dilakukan juga di 3 Greater yang ada yakni Bali, Jakarta dan Kepulauan Riau.
“Karena keterbatasan anggaran, gerakan wisata bersih tahun ini hanya di 8 destinasi pariwisata, jadi belum bisa seluruh daya tarik wisata. Tetapi kita fokus dulu di sana. Kalau tahun ini berhasil di sana, kita berharap bisa diteruskan dan kemudian menambah lagi ke lokasi-lokasi lain atau destinasi pariwisata lainnya di Indonesia,” kata dia.
Ia juga berharap dengan gerakan wisata bersih dapat membentuk ekosistem termasuk di dalamnya tidak hanya membersihkan sampah di destinasi wisata, tetapi juga membentuk ekosistem bagaimana masyarakat mempunyai kesadaran pentingnya menjaga kebersihan di daya tarik wisata.
Akan tetapi menurut Luh Puspa beberapa lokasi di Bali sudah sangat bagus penanganan sampahnya seperti di Monkey Forest dan Desa Taro, mereka sudah punya sistem pengelolaan sampah yang sangat baik.
“Dan kita berharap itu bisa kita jadikan contoh untuk ke daerah-daerah lain yang ada untuk menerapkan pengelolaan sampah seperti di Monkey Forest dan Desa Taro dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah,” kata dia.
Sementara itu, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, juga turun langsung mengerahkan prajuritnya dalam kegiatan yang menjadi bagian dari program nasional “Bulan Cinta Laut” ini.
Mayjen TNI Zamroni menjelaskan, program ini bertujuan mempercepat penanganan sampah laut, khususnya di Provinsi Bali melalui semangat kebersamaan stakeholder.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan laut dan pesisir.
Mayjen TNI Zamroni berharap aksi bersih sampah laut ini menjadi awal dari berbagai program berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan sampah laut di Bali.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Agung Udayana menyampaikan, kegiatan bersih sampah laut ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap pelestarian lingkungan, khususnya di wilayah pesisir.
Kata dia, kegiatan ini bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan wujud komitmen mendukung program pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah laut, khususnya di Bali yang merupakan salah satu destinasi wisata utama dunia.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menggugah kesadaran semua pihak, baik warga lokal maupun wisatawan, untuk bersama-sama menjaga kebersihan pantai dan laut. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Dan setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini akan membawa dampak besar di masa depan,” kata dia. (zae/ian)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.