Berita Bali

All Out Tangani Sampah Laut, 8.600 Orang Ikuti Aksi di Kuta Bali, Menteri LH Bentuk Tim Pengelolaan

Menteri LH Hanif Faisol mengatakan, pihaknya terus berkolaborasi baik di pemerintah pusat dan daerah terutama di Bali

Zaenal Nur Arifin - Tribun Bali
BERSIH-BERSIH - Wamenpar Ni Luh Puspa saat mengikuti Aksi Bersih Sampah Laut di Pantai Kedonganan hingga Jimbaran, Kabupaten Badung, pada Minggu (19/1). 

Kementerian LH akan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata untuk melakukan penyelesaian sampah dari horeca yang ada di Bali dan itu menjadi kewajiban. Jadi kepedulian mereka (horeca) menyelesaikan sampahnya sendiri itu menjadi wajib. 

“Kami akan menerapkan langkah-langkah kuratif dan represif bilamana diperlukan terkait dengan penyelesaian sampah di Bali. Semua pihak harus bertanggungjawab, baik pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan seluruh lapisan masyarakat termasuk horeca,” ucap Hanif. 

“Lebih jauh saya minta nanti dukungan dari Menpar dan Pemprov Bali untuk dengan serius memberikan arahan-arahan kepada para turis yang datang untuk bertanggungjawab terhadap sampahnya. Penduduk Bali 3,7 juta orang tetapi wisatawan asingnya mencapai 7 juta kalau kita tidak serius mengurus permasalahan sampah dari mereka ini tentu tidak baik untuk citra kita di dunia,” tutur Hanif.

Kebersihan Destinasi

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati atau akrab disapa Ni Luh Puspa menekankan pentingnya kebersihan destinasi wisata untuk menciptakan pariwisata berkualitas di Indonesia. 

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Aksi Bersih Sampah Laut di Pantai Kedonganan, Minggu 19 Januari 2025.

Luh Puspa mengatakan, kegiatan ini selaras dengan program quick win Kemenpar, yaitu gerakan wisata bersih. 

Program ini bertujuan membentuk ekosistem serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan, khususnya destinasi wisata. 

“Salah satu hal yang membuat orang datang ke satu destinasi adalah kebersihan lingkungan dan fasilitas pendukung seperti toilet. Jadi kebersihan itu menjadi komponen yang sangat penting untuk daya saing dan daya tarik wisata,” ujar Ni Luh Puspa.

Wamenpar menuturkan, program yang dilaksanakan di lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) serta Jakarta, Kepulauan Riau, dan Bali ini juga bertujuan meningkatkan kualitas dari indeks kinerja pengembangan pariwisata Indonesia (Travel Tourism Development Index/TTDI) versi World Economic Forum (WEF). 

Sebab, meskipun pada 2024 Indonesia berhasil naik dari peringkat 32 ke 22, namun penilaian di kategori health dan hygiene Indonesia masih terbilang rendah.

“Kita memang harus terus meningkatkan kualitas dari daya tarik wisata kita, karena pariwisata ke depan kita sudah bicara dua hal, yaitu quality tourism dan sustainable tourism,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, Wamenpar Ni Luh Puspa didampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto; Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Kemenpar, Florida Pardosi; dan Direktur Poltekpar Bali, Ida Bagus Putu Puja. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mewakili Penjabat Gubernur Bali dalam aksi bersih sampah laut tersebut. 

Membaur dengan peserta lainnya, Sekda Dewa Indra memunguti sampah plastik yang mencemari keindahan pantai. (zae) 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved