BBM Oplosan
VIRAL Jual BBM Diduga Campur Air, Perbekel Desa Kutuh Tutup Sementara Kios Pertamininya
Wayan Mudana langsung mendatangi ke kios pertamini, yang dilaporkan warganya dan mengecek langsung BBM tersebut.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Perbekel Desa Kutuh, I Wayan Mudana, langsung menindaklanjuti aduan masyarakat yang membeli BBM diduga bercampur air, di salah satu kios pertamini pada Selasa (21/1/2025) sore kemarin.
Wayan Mudana langsung mendatangi ke kios pertamini, yang dilaporkan warganya dan mengecek langsung BBM tersebut.
Dari hasil pengecekan, bahwa benar adanya kandungan air dalam BBM yang ada di kios pertamini tersebut dan meminta untuk segera ditutup karena merugikan masyarakat.
Menurut Wayan Mudana, kejadian ini bermula dari laporan seorang warga yang membeli BBM jenis Pertalite di kios pertamini yang berlokasi di Jalan Alas Arum, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Baca juga: HENI Dapat Kekerasan, PMI Asal Jembrana Curhat, Komunikasi ke Pemerintah & DPR RI Untuk Pemulangan
Baca juga: Ini Tanggapan Driver Ojol Soal Revisi Pergub Bali Nomor 40 Tahun 2019

“Saat ada laporan, kami langsung tindaklanjuti. Sekaligus kami melakukan sidak ke semua kios pertamini yang ada di Desa Kutuh, yang jumlahnya sembilan. Dari hasil sidak, hanya satu yang bermasalah dan sudah kami tutup per hari Selasa (21/1),” kata Wayan Mudana, Rabu 22 Januari 2025.
Ia menegaskan, bahwa pengawasan terhadap kios pertamini akan terus dilakukan secara ketat oleh pihak Desa Adat Kutuh.
Kios pertamini yang ditutup tersebut tidak akan diizinkan, beroperasi kembali sebelum mendapatkan izin dari desa.
“Kami akan terus melakukan pemantauan, tidak hanya seminggu sekali tetapi beberapa hari sekali, dan sidak ini tidak akan diberitahukan sebelumnya,” ujar Wayan Mudana.
Pemilik kios pertamini saat di sidak kemarin sore, menyampaikan dan beralasan bahwa campuran air masuk ke dalam dispenser BBM akibat hujan yang terjadi beberapa pekan terakhir.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.