Berita Gianyar

IDENTITAS DAN PERAN 9 Warga Banjar Angkling Gianyar yang Terancam Hukuman Mati

IDENTITAS DAN PERAN 9 Warga Banjar Angkling Gianyar yang Terancam Hukuman Mati

istimewa/Polres Gianyar
KORBAN DAN PELAKU - (foto kiri) Salah satu adegan rekonstruksi pembunuhan terhadap korban Dedianus Kaliyo (19) di Halaman Polres Gianyar. (foto kanan) korban Dedianus Kaliyo setelah dinyatakan meninggal dunia. Berkas perkara tahap II kasus tersebut kini telah dilimpahkan ke Kejari Gianyar, 

8. I Ketut Suryadi (44)

9. Kadek Dharma Kusuma (23)

Peran Para Tersangka 

Polres Gianyar mengungkap kasus pengeroyokan di Desa Bakbakan, Gianyar yang berujuang tewasnya seorang pekerja proyek bernama Dedianus Kaliyo (19). Polisi menetapkan 11 tersangka.

Dari 11 tersangka, satu orang merupakan pelaku yang mengambil video WhatsApp Story korban dan menggunggah ulang di akun Tiktok @loghe.dorih dengan keterangan bernada provokasi.

Orang ini berinisial MJB alias Yanto (20), yang juga warga Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Yanto ternyata memiliki hubungan kekerabatan dengan Dedianus dan bekerja di proyek yang sama.

Yanto mencomot dan mengedit video korban menjadi video yang memicu kemarahan masyarakat.

Sementara 10 tersangka lainnya adalah warga Banjar Angkling, Desa Bakbakan yang melakukan pengeroyokan.

Saat peristiwa pengeroyokan, Yanto kabur menyelamatkan diri ke Sumba. Kasus ini pun jadi simpang siur karena muncul narasi salah sasaran. 

Selang beberapa hari, Yanto ditangkap di Sumba oleh Satreskrim Polres Gianyar. Kasus ini pun jadi terang.

Kapolres Gianyar, AKBP Umar menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Selasa 15 Oktober 2024, dipicu oleh viralnya unggahan di tiktok yang melecehkan masyarakat Bali, dengan latar belakang video melasti krama Banjar Angkling, Desa Bakbakan.

Warga bereaksi dan mencari orang yang memposting video itu.

Berbekal ciri-ciri dari latar belakang dalam video, sejumlah warga Banjar Angkling lantas melakukan sweeping di areal proyek jalan di wilayah setempat.

"Mereka melakukan sweeping sebanyak dua kali di bangunan proyek, di bangunan pertama tidak ditemukan, di bangunan kedua ditemukan korban," demikian kata AKBP Umar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved