Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Polemik Penggantian Nama Jalan dan Pantai hingga Akses Dibatasi, Ini Kata BTID

Menanggapi sejumlah polemik yang terjadi antara masyarakat Desa Adat Serangan dengan pihak PT Bali Turtle Island Development (BTID)

Tayang:
Istimewa
BATAS LAUT - Nyoman Kemu Antara selaku masyarakat Serangan mengeluhkan adanya jaring pembatas laut Serangan di kawasan BTID. Hanya nelayan yang menggunakan rompi khusus yang bisa lewat. BTID beri klarifikasi 

"Butuh waktu, iya, karena memang di manajemen ada owner ada direksi. Tapi pada prinsipnya adalah menyangkut tentang nama jalan bahwa tidak akan lagi bernama jalan Kura Kura Bali akan dikembalikan ke nama jalan Pulau Serangan. Tentu mekanismenya pengajuan."

"Yang kedua nama Pantai Kura Kura hanya persoalan di google maps dan itu secara nyata pantainya masih dan secara Perda nomor 8 2021 jadi harus dipatuhi. Karena Pantai Serangan itu dicantumkan pantai ini diberi nama Pantai Serangan," jelas Nyoman Parta. 

Ia menambahkan mengenai persoalan nelayan dan laut adalah akses publik menurut saya itu tidak boleh ditawar-tawar. 

Bahwa di situ ada pelampung pertimbangannya adalah karena persoalan pernah ada peristiwa gangguan-gangguan yang memiliki dampak keamanan dan akan dibahas dengan manajemen. 

"Menurut saya dalam waktu dekat harusnya di pantai itu kita bebas, ada Polisi Laut, Polairud, ada lain-lain yang memiliki peran mengawasi laut. Setelah ini harapan saya tentu tunggu hasil-hasil yang telah disampaikan nelayan janjinya seperti apa, saya harap hubungan masyarakat serangan khususnya nelayan dengan pihak manajemen BTID berjalan dengan baik," demikian kata Nyoman Parta.(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved